TITIKNOL.ID, PENAJAM – RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dipastikan segera memiliki alat CT Scan dan Cathlab yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak.
Direktur RSUD RAPB, dr Lukasiwan Eddy Saputro, mengatakan pengadaan dua alat kesehatan modern tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan Bupati PPU dengan Wakil Menteri Kesehatan. Usulan daerah akhirnya disetujui dan masuk dalam alokasi Kementerian Kesehatan.
“Alhamdulillah diterima. Insyaallah CT Scan dan Cathlab masing-masing satu unit akan disalurkan sesuai jadwal, targetnya bulan Mei tahun ini,” kata Lukasiwan, Minggu (5/4/2026).
Jika distribusi berjalan tepat waktu, disebutkan alat sudah bisa dimanfaatkan pada Mei atau paling lambat Juni 2026.
Lukasiwan menilai, kehadiran fasilitas tersebut menjadikan masyarakat PPU yang membutuhkan pemeriksaan CT Scan maupun tindakan jantung tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah seperti Balikpapan atau rumah sakit di kawasan IKN.
“Ini pertama kalinya kita mendapatkan. Cathlab ini untuk tindakan pemasangan ring jantung, dan kita juga sudah punya dua dokter spesialis jantung yang terlatih,” kata dia.
Seluruh pengadaan alat kesehatan tersebut dibiayai oleh Kementerian Kesehatan, sementara pihak rumah sakit hanya sebagai penerima manfaat.
Usulannya sendiri telah diajukan sejak 2025 dan baru terealisasi tahun ini.
Selain CT Scan dan Cathlab, kebutuhan alat kesehatan di RSUD RAPB disebut masih cukup banyak.
Di antaranya ventilator, tempat tidur pasien, hingga bed monitor, termasuk penggantian alat lama yang sudah tidak layak.
“Yang kecil-kecil itu masih banyak kebutuhan. Tapi yang paling urgent saat ini CT Scan dan Cathlab,” jelasnya.
Secara keseluruhan, Kementerian Kesehatan RI menyetujui alokasi anggaran sebesar Rp46 miliar untuk tahun 2026.
Nilai tersebut tidak hanya untuk pengadaan alat kesehatan di RSUD RAPB, tetapi juga peningkatan infrastruktur RSUD Sepaku serta sejumlah puskesmas di empat kecamatan.
Lukasiwan melanjutkan, penguatan sarana kesehatan di PPU terus dilakukan dengan harapan mampu meningkatkan akses layanan bagi masyarakat, sekaligus menekan ketergantungan rujukan ke luar daerah.
“Harapannya, masyarakat PPU bisa mendapatkan layanan kesehatan yang memadai tanpa harus keluar daerah,” pungkas Lukasiwan.
(TN01)












