PenajamTitiknolKaltim

Ancaman Kemarau, PDAM PPU Minta Warga Hemat Air

16
×

Ancaman Kemarau, PDAM PPU Minta Warga Hemat Air

Sebarkan artikel ini
Direktur Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU Abdul Rasyid mengatakan penurunan debit air menjadi sinyal awal dampak kemarau yang mulai terasa di wilayah hulu, Rabu (8/4/2026).

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pasokan air bersih di Penajam Paser Utara mulai tertekan. Memasuki peralihan ke musim kemarau, debit air baku di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lawe-Lawe turun 20 liter per detik.

Dari sebelumnya 110 liter per detik, kini tersisa 90 liter per detik.

Direktur Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU, Abdul Rasyid, mengatakan penurunan ini menjadi sinyal awal dampak kemarau yang mulai terasa di wilayah hulu.

“Debitnya sudah turun. Ini karena mulai masuk kemarau,” kata Rasyid, Rabu (8/4/2026).

Ia mengingatkan, tanpa hujan dalam waktu dekat, ketahanan air baku hanya bertahan sekitar dua bulan.

Kondisi ini bukan hanya berdampak pada pasokan, tetapi juga biaya produksi. Kualitas air baku yang menurun memaksa perusahaan milik daerah ini menambah penggunaan bahan kimia untuk menjaga standar air bersih.

“Kalau sudah masuk kemarau, air cenderung lebih keruh, jadi perlu treatment tambahan,” ujarnya.

AMDT pun meminta warga tidak menunggu krisis datang. Penghematan diminta dilakukan sejak sekarang, termasuk menyiapkan cadangan air di rumah.

“Kami imbau masyarakat menghemat penggunaan air. Kemudian masing-masing rumah kita harapkan punya penampungan seperti toren, baik yang ditampung dari PDAM maupun sumber lain,” katanya.

Di tengah tekanan tersebut, pelanggan juga diminta tetap disiplin membayar tagihan agar operasional pengolahan air tetap berjalan.

AMDT menegaskan akan terus menjaga pasokan agar tidak mengalami kondisi separah kemarau 2019, meski tekanan mulai terlihat lebih awal tahun ini.

(TN01)