PenajamTitiknolKaltim

BPBD PPU Siaga Kemarau, Desa Rawan Kekeringan Kembali Dipetakan

54
×

BPBD PPU Siaga Kemarau, Desa Rawan Kekeringan Kembali Dipetakan

Sebarkan artikel ini
Kepala BPBD PPU Nurlaela mengungkapkan kejadian kekeringan yang terjadi pada 2024 dan menyasar sejumlah desa di Kecamatan Babulu dan Selalu, (9/4/2026)

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai bersiap menghadapi potensi dampak El Nino yang diprediksi terjadi pada semester kedua 2026.

QBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan ancaman kekeringan bukan hal baru bagi wilayah ini.

Kepala BPBD PPU, Nurlaela, mengungkapkan, kejadian kekeringan terakhir terjadi pada 2024 dan menyasar sejumlah desa di Kecamatan Babulu dan Sepaku.

“Tahun 2024 kita pernah mengalami dampak kekeringan, terjadi di Kecamatan Babulu dan Kecamatan Sepaku,” kata Nurlaela, Kamis (9/4/2026).

Sejumlah wilayah seperti Desa Sumber Sari, Dusun 4 Desa Gunung Intan hingga Desa Karang Jinawi sempat kesulitan air bersih. BPBD saat itu harus turun tangan mendistribusikan air ke warga.

Situasi sempat membaik pada 2025 tanpa ada laporan desa terdampak kekeringan. Namun tahun ini, BPBD kembali meningkatkan kewaspadaan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kemunculan El Nino pada periode Juni hingga September.

“Berbeda tahun 2025, kita tidak ada desa kekeringan. Tahun ini kita siaga lagi karena prediksi BMKG soal El Nino di semester dua,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, BPBD telah mengikat perjanjian kerja sama dengan Perumda Air Minum setempat untuk memastikan suplai air tetap bisa digerakkan saat kondisi darurat.

“Kalau sewaktu-waktu membutuhkan air, baik untuk pemenuhan air bersih atau penyiraman, kita sudah kerja sama dan siap,” jelasnya.

Meski demikian, kekhawatiran tetap muncul. Musim kemarau berpotensi menekan debit air baku yang dikelola PDAM, sehingga distribusi air bersih bisa ikut terdampak.

“Agak khawatir musim kemarau PDAM juga kekeringan, debitnya menurun,” katanya.

Untuk itu, BPBD akan menggelar rapat koordinasi bersama camat, lurah, dan kepala desa untuk memetakan kembali embung-embung yang bisa dioptimalkan sebagai penampung air.

Baca Juga:   Nasib Terkini Patrick Kluivert, Bandingkan dengan Eks Pelatih Thailand Masatada Ishii 

“Segera kita rapatkan bersama, embung mana yang bisa difungsikan kembali atau diperbaiki untuk menahan air,” ujarnya.

Di sisi lain, kesiapan personel dan peralatan juga dipastikan dalam kondisi siaga. BPBD turut mengintensifkan simulasi serta penyebaran informasi ke masyarakat agar lebih siap menghadapi dampak El Nino.

“Latihan peralatan terus kita lakukan, termasuk sosialisasi ke desa dan kelurahan agar mereka siap saat krisis datang,” pungkasnya.

(TN01)