TITIKNOL.ID, PENAJAM – Jaringan gas rumah tangga di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) belum bertambah. Usulan lama tak tembus, membuat pemkab kembali menyusun langkah untuk mengajukan ulang usulan ke pemerintah pusat.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab PPU, Hadi Saputro, menyebut cakupan jargas saat ini masih stagnan dan belum menjangkau seluruh wilayah.
“Jargas masih sama, cakupannya belum bertambah. Kita coba usulkan kembali ke pusat, sambil kita petakan lagi kebutuhannya,” kata Hadi, Kamis (9/4/2026).
Sebelumnya, Pemkab PPU sempat mengusulkan sekitar 36 ribu sambungan rumah. Namun usulan itu tak berjalan setelah program jargas dari APBN dihentikan pemerintah pusat.
“Usulan itu tidak diakomodir karena programnya sempat disetop. Tapi kita akan coba lagi, koordinasi dan dorong lewat DPR RI,” ujarnya.
Hadi mengakui, distribusi jargas di PPU saat ini masih terbatas di wilayah padat penduduk. Sementara daerah dengan sebaran rumah yang jarang belum tersentuh jaringan.
“Yang dapat itu daerah padat. Waru sebagian belum, Babulu juga belum,” katanya.
Kondisi ini membuat pemerataan energi rumah tangga di PPU belum tercapai. Pemkab pun menargetkan perluasan jaringan jika usulan kembali dibuka oleh pemerintah pusat.
Selain itu, skema prioritas juga diarahkan untuk pemasangan baru, bukan penambahan di rumah yang sudah teraliri jargas.
“Prioritasnya satu rumah satu. Kita kejar pemerataan dulu,” tegasnya.
Saat ini, belum ada penambahan sambungan baru karena kuota masih menunggu persetujuan dari pusat. Pemkab memastikan akan kembali mendorong usulan dengan perhitungan kebutuhan yang lebih rinci.
“Apakah nanti dikabulkan atau tidak, itu tergantung bagaimana kita mengajukan. Tapi tetap kita upayakan,” tandasnya.
(TN01)












