TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) membuka kemungkinan tidak membuka rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 2026.
Kepala BKPSDM PPU, Khairuddin, mengatakan saat ini pemerintah daerah masih fokus menyelesaikan tenaga yang sudah ada, terutama PPPK, termasuk yang masih berstatus paruh waktu.
“Masih ada yang harus diselesaikan, seperti PPPK yang belum tuntas. Itu yang jadi perhatian dulu,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Ia menilai, jika rekrutmen CPNS tetap dibuka sementara persoalan lama belum selesai, justru bisa menambah beban baru.
“Kalau yang lama belum selesai, terus tambah lagi, nanti malah menumpuk,” katanya.
Selain itu, kondisi anggaran juga jadi pertimbangan. Belanja pegawai di PPU saat ini disebut sudah mendekati 45 persen.
Sementara itu, pemerintah pusat menargetkan belanja pegawai daerah bisa ditekan hingga sekitar 30 persen pada 2027.
“Kalau tambah CPNS, tentu angkanya bisa naik lagi,” jelasnya.
Karena itu, Pemkab PPU memilih fokus menyelesaikan tenaga yang sudah ada. Salah satunya dengan mendorong PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu, jika anggaran memungkinkan.
“Kalau ada anggaran, itu yang kita utamakan dulu,” ujarnya.
Meski begitu, peluang membuka CPNS tetap ada, tapi hanya untuk kebutuhan tertentu yang benar-benar mendesak, seperti tenaga kesehatan spesialis atau layanan penting lainnya.
“Kalau memang sangat dibutuhkan, tetap bisa dibuka, tapi terbatas,” tambahnya.
Khairuddin menegaskan, rekrutmen CPNS bukan sesuatu yang wajib dilakukan setiap tahun.
“Kalau belum perlu, tidak harus dipaksakan,” pungkasnya.
(TN01)












