TITIKNOL.ID, PENAJAM – Proyek pengembangan gas Karamba Updip I milik PT Indosino di kawasan industri Buluminung, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), ditargetkan mulai beroperasi pada Mei 2026.
Proyek tersebut disiapkan untuk memproduksi gas yang akan memasok kebutuhan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat PPU, Nicko Herlambang, mengatakan gas hasil produksi akan dialirkan melalui jaringan pipa. Pengembangan ini merupakan re-entry dari sumur yang sebelumnya telah ditemukan.
Proyeksi produksinya mencapai 13 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD).
“Di PPU ada tiga sumur, salah satunya yang di re-entry Karamba Updip I. Produksi PT Indosino ini nantinya bisa mendukung pengembangan kegiatan di RDMP Balikpapan,” kata Nicko, Selasa (21/4/2026).
Ia berharap produksi gas tersebut segera masuk tahap on stream agar dapat memberi kontribusi bagi daerah, terutama dari sektor migas.
“Harapan kita segera on stream, masuk ke saluran gas RDMP, jadi bisa bagi hasil sama daerah,” ujarnya.
Menurut dia, proyek ini menjadi salah satu investasi migas bernilai besar di PPU yang berpotensi mendorong peningkatan pendapatan daerah.
“Terutama jika penjualan gasnya cukup baik, artinya keuangan daerah bisa lebih kuat, pendapatan bertambah,” katanya.
Pemerintah daerah juga berharap dukungan masyarakat, khususnya yang berada di sekitar lokasi proyek, agar pelaksanaan investasi berjalan lancar.
Di sisi lain, Nicko menegaskan pemanfaatan gas dari proyek tersebut difokuskan untuk memasok kebutuhan RDMP Balikpapan.
“Berdasarkan laporan yang kami terima, produksi gas ini memang diperuntukkan khusus bagi RDMP. Untuk jaringan gas (jargas) itu terpisah,” ujarnya.
Meski demikian, ia mendorong agar pengembangan jargas tetap mendapat perhatian pemerintah pusat.
“Tapi kami melihat jargas ini penting dan perlu diperluas dari sebelumnya. Harapannya, pemerintah pusat bisa kembali menganggarkan,” pungkasnya.
(TN01)












