PenajamTitiknolKaltim

Ribuan Nelayan PPU Kekurangan Solar Subsidi, Pemkab Ajukan Tambahan Kuota ke ESDM

3
×

Ribuan Nelayan PPU Kekurangan Solar Subsidi, Pemkab Ajukan Tambahan Kuota ke ESDM

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Perikanan PPU Andi Trasodiharto mengatakan kuota solar subsidi yang dialokasikan pemerintah Pusat untuk PPU hanya 1.860 kiloliter per tahun, Senin (11/5/2026).

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara mengusulkan penambahan kuota solar subsidi bagi ribuan nelayan di wilayah pesisir Benuo Taka.

‎Usulan tersebut diajukan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyusul minimnya alokasi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang dinilai tidak lagi sebanding dengan meningkatnya jumlah armada tangkap serta kebutuhan operasional nelayan saat melaut.

‎Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto, mengatakan kuota solar subsidi yang dialokasikan pemerintah pusat untuk Kabupaten PPU saat ini hanya sebesar 1.860 kiloliter per tahun.

‎Menurutnya, jumlah tersebut sudah tidak relevan dengan kondisi di lapangan karena pertumbuhan armada nelayan terus mengalami peningkatan setiap tahun, khususnya di wilayah pesisir Penajam.

‎“Angka ini dinilai tidak lagi sesuai dengan kebutuhan riil para nelayan kita. Jumlah armada terus bertambah, sementara kuota yang tersedia masih sangat terbatas,” ujar Andi, Senin (11/5/2026).

‎Berdasarkan data terbaru Dinas Perikanan PPU, terdapat sedikitnya 2.505 unit kapal nelayan yang menggantungkan kebutuhan operasionalnya pada ketersediaan solar subsidi.

‎Dengan jumlah armada yang mencapai ribuan unit tersebut, alokasi BBM subsidi saat ini dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan energi nelayan secara merata.

‎Andi menjelaskan, tingginya selisih antara pasokan dan kebutuhan dapat terlihat dari pola konsumsi harian nelayan.

‎Untuk kapal nelayan kecil, rata-rata membutuhkan sekitar 15 liter solar per hari. Sementara kapal berukuran besar membutuhkan bahan bakar jauh lebih banyak, yakni mencapai 1.000 liter untuk satu kali siklus melaut selama sekitar 20 hari.

‎“Karena itu kami akan meminta tambahan kuota BBM subsidi. Jumlah yang diberikan untuk PPU saat ini masih jauh di bawah kebutuhan riil para nelayan,” pungkasnya. (*/)