Titiknol IKN

Investasi di IKN Tembus Rp72,39 Triliun, Investor Asing dan Nasional Terus Berdatangan‎

8
×

Investasi di IKN Tembus Rp72,39 Triliun, Investor Asing dan Nasional Terus Berdatangan‎

Sebarkan artikel ini
Momentum libur Idulfitri 1447 H menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

TITIKNOL.ID – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyebut investasi dari dalam maupun luar negeri terus mengalir untuk mendukung pembangunan IKN yang berada di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

‎Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, mengatakan keterlibatan pelaku usaha nasional dan internasional menjadi bukti bahwa pembangunan IKN terus berjalan seiring terbentuknya ekosistem perkotaan baru.

‎“Pelaku usaha nasional dan internasional terus terlibat dalam melakukan pembangunan di IKN,” ujar Troy di Sepaku, Penajam Paser Utara, Selasa.

‎Menurutnya, pembangunan IKN tidak pernah berhenti. Kehadiran investasi terlihat di berbagai sektor strategis, mulai dari hunian, infrastruktur, energi, akomodasi, pusat olahraga, hingga fasilitas komersial.

‎Hingga saat ini tercatat ada 75 perjanjian kerja sama investasi di IKN. Sebanyak 11 perjanjian berasal dari investor luar negeri yang melibatkan delapan perusahaan dari Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, dan Singapura.

‎Sementara itu, sebanyak 64 perjanjian kerja sama lainnya berasal dari pelaku usaha dalam negeri yang turut berkontribusi dalam pembangunan ibu kota baru Indonesia tersebut.

‎Troy menjelaskan, estimasi nilai investasi yang masuk ke IKN dari sektor swasta murni mencapai sekitar Rp60,29 triliun.

Sedangkan fasilitas publik dan penugasan kepada kementerian/lembaga tercatat sekitar Rp12,10 triliun.

‎“Keberlanjutan pembangunan IKN ditopang oleh kepercayaan investor melalui nilai investasi yang telah mencapai Rp72,39 triliun,” jelasnya.

‎Ia menilai, investasi yang terus masuk menjadi sinyal bahwa para investor mulai melihat IKN sebagai pasar masa depan.

Penanaman modal tersebut juga dinilai menjadi jembatan menuju terbentuknya kota berkelanjutan.

‎“Infrastruktur dasar, hunian, energi, layanan publik, dan aktivitas ekonomi mulai terbentuk. Artinya, kota mulai hidup,” katanya.

‎Selain pembangunan fisik, aktivitas ekonomi di kawasan IKN juga mulai tumbuh. Sejumlah usaha makanan, minuman, hingga bisnis penunjang kebutuhan masyarakat mulai berkembang untuk melayani pekerja maupun pengunjung di kawasan tersebut.

‎Masuknya investasi yang terus berlanjut disebut menjadi bukti bahwa kepercayaan terhadap IKN sebagai masa depan Indonesia semakin kuat, terutama dalam membangun ekosistem kehidupan, layanan publik, hunian, dan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat. (*/)