TITIKNOL.ID – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, memastikan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus berjalan dan menunjukkan progres yang positif.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk menegaskan komitmen pemerintah dalam melanjutkan pembangunan pusat pemerintahan baru Indonesia.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Minggu (14/6/2026), Basuki menegaskan bahwa berbagai proyek strategis di kawasan IKN masih berlangsung sesuai rencana.
Ia mengajak seluruh pihak untuk tetap optimistis terhadap perkembangan Nusantara.
“Kami pastikan Nusantara tetap berprogres. Semangat,” tulis Basuki dalam unggahan tersebut.
Saat ini, salah satu fokus pembangunan berada di kawasan Legislatif. Di area tersebut tengah dibangun Gedung Sidang Paripurna, Gedung MPR, Gedung DPR, serta Gedung DPD beserta infrastruktur jalan pendukung kawasan.
Selain itu, pembangunan juga terus berlangsung di kawasan Yudikatif. Kawasan ini mencakup pembangunan Gedung Mahkamah Agung, Gedung Mahkamah Konstitusi, dan Gedung Komisi Yudisial yang dilengkapi dengan akses jalan penunjang.
Basuki mengatakan kemajuan pembangunan yang terjadi saat ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat fondasi tata kelola pemerintahan di Nusantara sebagai ibu kota masa depan Indonesia.
“Pembangunan terus menunjukkan kemajuan yang nyata. Ini adalah ikhtiar bersama untuk meneguhkan fondasi tata kelola pemerintahan di Nusantara, kota yang kita bangun agar modern, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain kawasan pemerintahan, sejumlah proyek infrastruktur pendukung juga terus dikebut. Di antaranya pembangunan Kolam Retensi SM 02, Embung EC 08, Jalan Row 44-1C Yudikatif, hingga Kolam Retensi TR 01 yang menjadi bagian penting dalam sistem pengendalian kawasan.
Menurut Basuki, pembangunan IKN tidak hanya mengedepankan aspek teknis, tetapi juga nilai estetika dan keberlanjutan.
Ia menegaskan bahwa jembatan, lanskap, dan berbagai bangunan yang dibangun di Nusantara merupakan wajah peradaban yang akan diwariskan kepada generasi mendatang.
“Di sinilah para pelayan publik masa depan ditempa, bukan hanya untuk membangun ibu kota, tetapi untuk membangun Indonesia,” tutupnya. (*/)












