TITIKNOL.ID, PENAJAM – Sebanyak 667 peserta dari berbagai unsur masyarakat dan instansi mengikuti Apel Sabuk Kamtibmas bertajuk Gayup Rukun Benua Etam Bersatu Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur di halaman Mapolres Penajam Paser Utara (PPU), Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Kamis (13/8/2026) pagi.
Apel tersebut dipimpin langsung Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara, S.I.K., M.M., M.Tr.SOU. Sementara Perwira Apel dijabat AKP Bambang Purnomo selaku Kasat Binmas dan Komandan Apel dipercayakan kepada Ipda Saiful Anwar selaku Kanit Provos.
Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, komunitas, hingga masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten PPU.
Sejumlah unsur turut hadir, di antaranya Kasdim 0913/PPU Mayor Arm Anta Hi Yusuf, S.E., anggota DPRD PPU Drs. Roman Rading, Kasi Pidum Kejari PPU Andi Ichlazul Amal, S.H., perwakilan Pengadilan Negeri PPU Agung Kusumo, Pengadilan Agama PPU Awaludin Nur, Kasatpol PP PPU Bagenda Ali, serta Kasubag Umum Bakesbangpol PPU Ilham.
Peserta apel berasal dari beragam elemen masyarakat. Selain personel Polri dan Satpol PP, turut bergabung Satpam, Senkom Mitra Polri, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan dan keagamaan, FKUB, IKAPAKARTI, komunitas masyarakat, PSHT, Satkamling dan Forum RT, Saka Bhayangkara hingga pengemudi ojek online.
Dalam amanatnya, Kapolres PPU menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir. Menurut Andreas, kehadiran ratusan orang dari berbagai latar belakang menjadi bukti nyata kepedulian dan komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan menjaga kamtibmas saat ini tidak hanya berada di ruang publik, tetapi juga di ruang digital.
“Di era digital, suatu kejadian tidak lagi berhenti di tempat kejadian perkara, tetapi dapat berkembang menjadi persepsi, keresahan, bahkan konflik apabila tidak ditangani dengan cepat, tepat, dan bijaksana,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanatnya.
Sejumlah peristiwa di berbagai daerah, termasuk kerusuhan antarwarga di Matraman serta persoalan yang berkembang di ruang digital terkait layanan BPJS, disebut sebagai pembelajaran bersama. Menurut Kapolres, berbagai peristiwa tersebut menunjukkan pentingnya deteksi dini, komunikasi, dan penyelesaian persoalan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Kapolres menegaskan, Apel Sabuk Kamtibmas bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi peneguhan komitmen seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan suasana yang aman, nyaman, tertib, dan damai.
“Keamanan bukan hanya tentang bagaimana kita merespons ketika gangguan terjadi, tetapi bagaimana kita mampu mencegah gangguan tersebut sebelum menjadi lebih besar,” tegasnya.
Untuk itu, masyarakat diajak menjadi teladan dalam menjaga ketertiban, mematuhi aturan, menghormati sesama, serta menjaga etika, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun saat beraktivitas di media sosial.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menyebarkan provokasi, hoaks, ujaran kebencian maupun ajakan kekerasan. Setiap informasi yang diterima harus disaring dan dipastikan kebenarannya agar ruang digital tidak berubah menjadi sumber konflik baru.
Selain itu, setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat diharapkan dapat diselesaikan melalui musyawarah dan komunikasi yang menyejukkan. Tindakan main hakim sendiri harus dihindari, sementara koordinasi dan penyelesaian secara bersama-sama perlu dikedepankan.
Kewaspadaan di tingkat lingkungan juga menjadi perhatian. Kapolres mengajak masyarakat mengaktifkan kembali Satkamling dan jejaring keamanan di lingkungan masing-masing sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan, mulai dari pencurian, begal, tawuran, premanisme hingga gangguan ketertiban lainnya.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan indikasi gangguan kamtibmas. Salah satu kanal yang dapat digunakan yakni Layanan Polisi 110 agar laporan dapat diterima dan ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.
Menutup amanatnya, Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat PPU untuk bergerak dalam satu frekuensi, saling menjaga, saling mengingatkan, dan saling mendukung.
“Apabila kita rukun dan kompak, maka gangguan dapat kita cegah sebelum membesar, perselisihan dapat kita selesaikan sebelum meluas, dan rasa aman akan semakin cepat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” pesannya.
Apel kemudian dilanjutkan dengan penghormatan pasukan, menyanyikan lagu Bagimu Negeri, pembacaan doa, dan diakhiri dengan pimpinan apel meninggalkan lapangan.
Semangat yang dibangun melalui Apel Sabuk Kamtibmas tersebut diharapkan tidak berhenti di halaman Mapolres PPU. Lebih jauh, semangat itu diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan di tengah masyarakat untuk saling menjaga, merawat kerukunan, dan bersama-sama mempertahankan Penajam Paser Utara tetap aman, damai, tertib, dan kondusif. (*/)
667 Peserta Ikuti Apel Sabuk Kamtibmas PPU, Kapolres Tekankan Bahaya Hoaks dan Provokasi












