TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menyiapkan langkah pengisian sejumlah jabatan struktural yang masih kosong.
Penataan aparatur tersebut akan mempertimbangkan sistem merit dan pemetaan talenta ASN, sembari menunggu penyusunan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru.
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengatakan, pemetaan kompetensi ASN menjadi salah satu dasar dalam menempatkan pegawai sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan jabatan.
“Di ASN ini ada meritokrasi dan talenta mestinya. Dengan data tersebut, beberapa ASN sudah memiliki kompetensi di dalam kegiatan atau di dalam posisi jabatan yang ke depan,” kata Bagus.
Menurutnya, pengisian jabatan merupakan kewenangan Wali Kota Balikpapan. Karena itu, pihaknya akan segera berkomunikasi dengan Wali Kota mengenai sejumlah posisi yang saat ini masih diisi pelaksana tugas (Plt) maupun pelaksana harian (Plh).
“Mudah-mudahan secepatnya Plt dan Plh ini bisa segera diisi dengan jabatan definitif, sehingga mereka bisa langsung bekerja maksimal,” ujarnya.
Namun, pengisian jabatan tersebut tetap perlu diselaraskan dengan penataan organisasi yang tengah disiapkan Pemkot Balikpapan.
Hal itu dilakukan agar penempatan aparatur sesuai dengan struktur dan kebutuhan organisasi ke depan.
Selain jabatan struktural, Pemkot Balikpapan juga menghadapi persoalan regenerasi ASN, khususnya tenaga guru yang mulai banyak memasuki masa pensiun.
Terkait kebutuhan tenaga pendidik, Bagus mengatakan Pemkot belum mengambil keputusan mengenai penambahan tenaga, termasuk melalui mekanisme Pegawai Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).
Pemkot terlebih dahulu meminta Dinas Pendidikan melakukan pendataan dan pemetaan kebutuhan tenaga pendidik di masing-masing satuan pendidikan.
“Nanti akan dilihat dulu dari pendataan. Mungkin itu di domainnya Kepala Dinas Pendidikan. Nanti mereka dengan timnya akan memetakan mana-mana yang memang diperlukan,” ujar Bagus.
Jika hasil pemetaan menunjukkan adanya kekurangan tenaga yang signifikan, kebutuhan tambahan dapat diusulkan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan pendidikan.
Bagus menegaskan, efisiensi anggaran tidak serta-merta menutup peluang penambahan tenaga pada sektor yang memang mengalami kekurangan. Penambahan tenaga dapat disesuaikan dengan jumlah pegawai yang berkurang.
“Kalau berkurang terus nambah yang kurang kan tetap gajinya tetap sama. Secara kuantitas kan sama,” katanya.
Sementara untuk penerimaan CPNS baru secara umum, Pemkot Balikpapan masih belum dapat mengajukan karena adanya kebijakan moratorium dari pemerintah pusat.
Meski demikian, menurut Bagus, masih terdapat ruang pengusulan untuk kebutuhan tertentu, terutama pada sektor pelayanan dasar seperti tenaga guru dan tenaga kesehatan. (*/)












