TITIKNOL.ID, PENAJAM – Keterbatasan anggaran pada 2026 mendorong Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menyesuaikan pola pelaksanaan kegiatan pembinaan desa.
Untuk memastikan program tetap berjalan, DPMD PPU memperkuat kolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lain, memanfaatkan sarana yang tersedia, serta mengoptimalkan teknologi digital dalam kegiatan koordinasi dan pembinaan.
Kepala DPMD PPU, Tita Deritayati, mengatakan keterbatasan anggaran tidak serta-merta menghentikan kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Sebaliknya, kondisi tersebut mendorong pihaknya untuk lebih selektif dalam menentukan prioritas kegiatan.
“Kita mencoba memaksimalkan anggaran yang ada,” kata Tita, Selasa (27/10/2026).
Ia mencontohkan pelaksanaan peringatan Hari Desa pada awal tahun yang dikemas melalui kolaborasi dengan sejumlah pihak.
Kerja sama lintas perangkat daerah tersebut memungkinkan berbagai kegiatan tetap terlaksana dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia.
“Salah satunya kemarin kami juga di awal tahun ada peringatan Hari Desa. Kita buat kegiatan yang berkolaborasi dengan pihak lain,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, DPMD PPU menggelar sejumlah aktivitas, di antaranya jalan sehat, pameran produk lokal, serta pembinaan yang berkaitan dengan badan usaha milik desa (BUMDes).
Pameran produk lokal menjadi kesempatan bagi pelaku usaha desa untuk memperkenalkan hasil produksinya kepada masyarakat.
Sementara itu, pembinaan BUMDes diarahkan untuk mendorong pengelolaan usaha desa agar dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurut Tita, pemanfaatan anggaran harus disesuaikan dengan kebutuhan dan skala prioritas.
Koordinasi dengan pihak kecamatan serta pemerintah desa juga perlu terus dilakukan agar pelaksanaan pembinaan tidak terputus meskipun dukungan anggaran terbatas.
“ Kita memanfaatkan sarana-sarana yang ada, melalui Zoom, kemudian kita berkegiatan dengan berkolaborasi,” katanya.
Pemanfaatan pertemuan daring menjadi salah satu alternatif untuk menjaga komunikasi dan koordinasi tanpa selalu mengharuskan pertemuan tatap muka.
Adapun kegiatan yang membutuhkan peninjauan langsung tetap disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan anggaran, dan prioritas pelaksanaan.
Selain menjaga keberlangsungan pembinaan, DPMD PPU juga mendorong pemerintah desa untuk semakin mandiri dalam mengelola anggaran dan mengembangkan potensi ekonomi wilayahnya.
Desa diharapkan mampu mengidentifikasi peluang usaha yang sesuai dengan karakteristik masing-masing, mulai dari pengembangan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), promosi potensi wisata, hingga penguatan unit usaha desa.
Sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi wilayah, DPMD PPU juga mengembangkan program Gemadesa melalui media sosial.
Inisiatif tersebut diharapkan dapat membantu memperluas promosi potensi desa sekaligus meningkatkan jangkauan informasi kepada masyarakat.
Melalui kolaborasi lintas perangkat daerah, pemanfaatan teknologi, dan penentuan skala prioritas, DPMD PPU berupaya menjaga agar kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran.
Upaya tersebut sekaligus diharapkan mendorong pemerintah desa lebih aktif menggali potensi lokal dan mengembangkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Adv/DiskominfoPPU)











