PenajamTitiknolKaltim

Bidik Peluang Ekonomi dari Kawasan IKN, Pemkab PPU Tawarkan Enam Proyek Investasi di MIF 2026

149
×

Bidik Peluang Ekonomi dari Kawasan IKN, Pemkab PPU Tawarkan Enam Proyek Investasi di MIF 2026

Sebarkan artikel ini
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah PPU, Hadi Sapturo, mengatakan keenam proyek itu telah melalui tahap persiapan dan dinilai layak ditawarkan

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menyiapkan enam proyek investasi untuk ditawarkan kepada calon investor dalam Mahakam Investment Forum (MIF) 2026.

Proyek tersebut mencakup sektor peternakan, perumahan, pelabuhan, hingga pengembangan kawasan industri.
‎
‎Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah PPU, Hadi Sapturo, mengatakan keenam proyek itu telah melalui tahap persiapan dan dinilai layak untuk ditawarkan kepada investor.

Kesiapan tersebut didukung ketersediaan lahan milik pemerintah daerah serta kajian kelayakan yang telah dilakukan.
‎
‎“PPU akan memajukan enam IPRO yang dianggap sudah sangat siap ditawarkan,” kata Hadi, Kamis (29/10/2026).
‎
‎Ia menjelaskan, keenam proyek tersebut sebelumnya telah masuk dalam program unggulan Peta Peluang Investasi Kalimantan Timur (PIKAT) yang digagas Bank Indonesia.

Sebelum ditawarkan dalam forum investasi, Pemkab PPU kembali memperbarui data pasar dan kajian kelayakan ekonomi agar informasi yang disampaikan mencerminkan kondisi terkini.
‎
‎Salah satu sektor yang menjadi perhatian ialah penggemukan sapi. Menurut Hadi, kebutuhan pangan di kawasan sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) berpotensi meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi.
‎
‎“Untuk penggemukan sapi, kebutuhan pasarnya selalu meningkat setiap tahun. Kami perbarui datanya agar saat disajikan di Mahakam Investment Forum benar-benar menyajikan informasi kekinian dan teruji kelayakannya,” ujarnya.
‎
‎Selain sektor peternakan, pengembangan perumahan juga menjadi peluang investasi yang ingin dimanfaatkan PPU.

Sebagai daerah penyangga IKN, PPU dinilai memiliki potensi untuk mendukung kebutuhan hunian masyarakat maupun pekerja yang beraktivitas di kawasan ibu kota baru.
‎
‎Ketersediaan lahan milik pemerintah daerah menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan sektor tersebut.

Namun, realisasinya tetap memerlukan perencanaan yang matang, termasuk dukungan infrastruktur dasar dan minat investor.
‎
‎“Perumahan menjadi salah satu yang siap karena lahan Pemda sudah tersedia. Sebagai penyangga IKN, PPU hadir menyediakan layanan pendukung perumahan,” tuturnya.
‎
‎Hadi berharap MIF 2026 dapat menjadi wadah untuk mempertemukan potensi proyek daerah dengan calon penanam modal.

Baca Juga:   Pemkab PPU dan Forkopimda Kaltim Matangkan Pengamanan Idul Fitri, Fokus pada Kelancaran Arus Mudik

Forum tersebut ditargetkan menghadirkan perwakilan dari hampir 60 negara sehingga membuka peluang bagi PPU untuk memperluas jaringan dan menjangkau investor yang lebih luas.
‎
‎Melalui penawaran enam proyek tersebut, Pemkab PPU berharap semakin banyak investor yang tertarik menanamkan modal di daerah.

Investasi yang terealisasi diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor ekonomi baru, membuka peluang usaha, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
‎
‎Dengan memanfaatkan peluang pembangunan IKN, PPU berupaya memperkuat posisinya sebagai daerah penyangga yang tidak hanya mendukung kebutuhan ibu kota baru, tetapi juga mengembangkan potensi ekonomi daerah secara berkelanjutan. (Adv/DiskominfoPPU)