TITIKNOL.ID, PENAJAM – Kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih di tengah musim kemarau ditunjukkan Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor.
Melalui dana pribadinya, Mudyat menyalurkan bantuan sebanyak 14.000 liter air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga.
Salah satu lokasi penyaluran bantuan tersebut berada di Perumahan Pamulang, RT 15, Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam, Rabu (28/10/2026).
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air untuk keperluan rumah tangga sehari-hari, seperti memasak, mandi, dan mencuci.
Mudyat mengatakan, air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang harus tetap tersedia dalam kondisi apa pun.
Terlebih saat musim kemarau, ketika sebagian warga menghadapi keterbatasan pasokan air untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pribadi terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan di tengah kesulitan akibat kemarau.
“Saya memahami kondisi masyarakat yang saat ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Melalui bantuan ini, tentu diharapkan warga dapat terbantu,” ungkapnya.
Menurut Mudyat, kepedulian terhadap masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan dan program pembangunan pemerintah daerah, tetapi juga melalui tindakan nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga, terutama ketika menghadapi persoalan kebutuhan dasar.
Karena itu, penyaluran air bersih tersebut direncanakan tidak hanya dilakukan di satu lokasi.
Bantuan serupa akan diupayakan secara rutin setiap pekan dengan menyasar sejumlah wilayah di Kabupaten PPU yang mengalami kesulitan pasokan air selama musim kemarau.
Langkah ini diharapkan dapat membantu warga menghadapi dampak kemarau sekaligus memperluas jangkauan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan air bersih.
Bantuan tersebut mendapat apresiasi dari warga Perumahan Pamulang. Ketua RT 15, Ida Hura, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Mudyat Noor kepada masyarakat di lingkungannya.
“Terima kasih kepada Pak Bupati yang telah menyalurkan bantuan air. Ini sangat bermanfaat bagi warga kami,” tuturnya.
Bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan pasokan air, bantuan tersebut bukan sekadar tambahan persediaan untuk kebutuhan sehari-hari, melainkan juga bentuk perhatian yang memberikan manfaat langsung di tengah situasi sulit.
Di tengah musim kemarau yang berdampak pada ketersediaan air bersih, penyaluran bantuan secara berkelanjutan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak warga PPU yang membutuhkan.
Melalui langkah tersebut, Mudyat Noor menunjukkan kepeduliannya terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat dengan menghadirkan bantuan konkret sesuai kebutuhan warga di lapangan. (Adv/KominfoPPU)











