TITIKNOL.ID, PENAJAM – Ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Nino menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur.
Pemerintah daerah didorong menyiapkan langkah antisipasi sejak dini, terutama untuk menjaga ketersediaan air dan mencegah meluasnya kerusakan lahan pertanian akibat kekeringan.
Anggota Komisi III DPRD PPU, Zainal Arifin, menilai pembangunan embung atau tempat penampungan air menjadi salah satu langkah yang perlu diprioritaskan.
Menurutnya, persediaan air harus dipersiapkan sejak musim hujan agar dapat dimanfaatkan ketika memasuki musim kemarau.
Hal tersebut disampaikannya saat membahas potensi kekeringan dan kebutuhan air bersama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Danum Taka.
Dalam pembahasan itu, terungkap informasi dari dinas terkait bahwa lahan pertanian di PPU yang mengalami puso telah mencapai lebih dari 60 hektare, bahkan diperkirakan mendekati 80 hektare.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena kekeringan berpotensi mengganggu produktivitas pertanian dan menimbulkan kerugian bagi petani apabila tidak diantisipasi sejak awal.
“Kalau saya analisis, kaitannya dengan penanganan ini kita siapkan embung. Karena ini memang masuk musim hujan, tapi tidak lama kalau dari berita atau informasi itu akan ada kemarau panjang lagi,” ujar Zainal.
Ia menjelaskan, musim hujan yang sedang berlangsung harus dimanfaatkan untuk memperbanyak cadangan air.
Penampungan tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi sumber air alternatif ketika curah hujan mulai menurun dan kebutuhan air meningkat.
Meski demikian, Zainal mengakui pembangunan embung bukan solusi yang sepenuhnya mampu mengatasi persoalan kekeringan.
Sebab, terdapat keterbatasan dalam menjaga ketersediaan air, salah satunya akibat air yang tertampung berpotensi meresap ke dalam tanah.
“Memang embung itu tidak maksimal, tapi paling tidak itu bagian dari upaya,” katanya.
Menurutnya, meskipun tidak dapat menjamin seluruh kebutuhan air selama musim kemarau, keberadaan embung tetap memiliki manfaat sebagai langkah awal untuk mengurangi risiko kekurangan air, khususnya di kawasan pertanian.
Karena itu, ia berharap organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dapat memperhatikan kebutuhan pembangunan penampungan air di sejumlah wilayah yang rawan terdampak kekeringan.
Zainal menegaskan, upaya antisipasi perlu dilakukan sebelum kemarau panjang benar-benar terjadi. Dengan memanfaatkan musim hujan untuk menyiapkan cadangan air, pemerintah daerah diharapkan mampu menekan risiko bertambahnya lahan pertanian puso sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat.
Langkah tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kesiapan daerah dalam menghadapi ancaman El Nino, sehingga dampak kekeringan terhadap sektor pertanian dan kebutuhan air masyarakat dapat diminimalkan. (Advertorial)











