Balikpapan

3 Daerah di Kaltim Waspada Dampak Pasang Air Laut, Diprediksi hingga 10 Juni 2024

323
×

3 Daerah di Kaltim Waspada Dampak Pasang Air Laut, Diprediksi hingga 10 Juni 2024

Sebarkan artikel ini
WASPADA AIR PASANG - Penampakan pesisir pantai di daerah Sepinggan, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada 18 Mei 2024, saat kondisi pasang air laut normal. Stasiun BMKG Balikpapan meminta warga yang bermukim di kawasan pesisir Provinsi Kalimantan Timur agar mewaspadai dampak pasang air laut yang mencapai 2,9 meter pada 1 Juni hingga 10 Juni 2024. (Titiknol.id)

“Anak-anak yang suka bermain dan berenang di pantai juga diimbau tidak melakukan aktivitas di waktu yang diperkirakan pasang tinggi.”

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Tiga daerah di Kalimantan Timur, diperkirakan akan terkena pengaruh pasang air laut yang akan berlangsung dari 1 Juni hingga 10 Juni 2024. 

Ketinggian pasang air laut ini bisa sampai 2,9 meter. Demikian dijelaskan oleh Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Diyan Novrida pada Sabtu (1/6/2024) di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Dibeberkan oleh Diyan, prakiraan BMKG Balikpapan, pasang air laut paling tertinggi di Kota Balikpapan akan terjadi pada 8 Juni 2024 mencapai 2,9 meter. 

Sementara untuk keadaan pasang air yang terendah diprediksi akan berlangsung pada 7 Juni 2024 di pukul 24.00 Wita.  

Diyan menguraikan, tiga daerah di Kalimantan Timur yang akan mengalami dampak pasang air laut adalah sebagai berikut: 

  • Kota Balikpapan
  • Kabupaten Penajam Paser Utara
  • Kabupaten Paser

Sebagian masyarakat yang berkegiatan atau mata pencarian di bidang perikanan, atau memiliki tambak udang, kepiting hingga keramba, pastinya akan terganggu. 

Selain itu juga aktivitas di pelabuhan, kegiatan bongkar muat barang atau logistik bisa terhambat.

Dan perkampungan pesisir pantai yang berpotensi diterjang pasang air dengan dampak pasang air tentu bisa merenggut keamanan dan kenyamanan hunian masyarakat.  

Tidak ketinggalan juga, dampak yang akan berimbas ke sektor pariwisata bahari. Daerah pantai akan ekstrem sangat bahaya bagi para wisatawan, berpotensi tenggelam saat mandi atau berenang di tempat wisata pantai. 

“Anak-anak yang suka bermain dan berenang di pantai juga diimbau tidak melakukan aktivitas di waktu yang diperkirakan pasang tinggi, sehingga orang tua diminta melakukan pengawasan,” tegas Diyan Novrida. (*)

Baca Juga:   Ancam Pekerja Proyek Bandara VVIP IKN, 9 Warga PPU Ditangkap Polisi