Samarinda

Pj Gubernur Akmal Malik Bersua BUMD di Anhui China, Minta Bangun Pabrik Biodisel di Kalimantan Timur

360
×

Pj Gubernur Akmal Malik Bersua BUMD di Anhui China, Minta Bangun Pabrik Biodisel di Kalimantan Timur

Sebarkan artikel ini
IKATAN KALTIM TIONGKOK - Penjabat Gubernur Kalimantan Timur beserta jajaran Pemerintah Provinsi Kaltim memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk menjajaki peluang kerja sama maupun investasi dengan perusahaan di Provinsi Anhui, sebagai bagian dari program Kerja Sama Kalimantan Timur-Provinsi Anhui, China. (Humas Pemprov Kaltim)

Pj Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik menerima audiensi jajaran Petroleum LR, yang merupakan perusahaan pengimpor minyak kelapa sawit

TITIKNOL.ID, TIONGKOK – Penjabat Gubernur Kalimantan Timur beserta jajaran Pemerintah Provinsi Kaltim memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk menjajaki peluang kerja sama maupun investasi dengan perusahaan di Provinsi Anhui, sebagai bagian dari program Kerja Sama Kalimantan Timur-Provinsi Anhui, China.

Setelah bertemu dengan Pj Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik menerima audiensi jajaran Petroleum LR, yang merupakan perusahaan pengimpor minyak kelapa sawit, dan sudah berkunjung pada Mei 2024 lalu ke Kalimantan Timur terkait potensi kelapa sawit.

Dalam audiensi tersebut, Petroleum LR yang merupakan BUMD milik Pemerintah Provinsi Anhui, menyampaikan kebutuhan crude palm oil (CPO) yang diinginkan pada tahap awal adalah sebesar 5.000 ton per bulan.

Selanjutnya, jika dapat memenuhi kuota maka jumlah yang diinginkan adalah sebesar 30.000 ton per bulan.

Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik menyambut baik rencana ekspor minyak kelapa sawit dan mengarahkan agar Petroleum LR dapat mengembangkan usahanya untuk melakukan hilirisasi produk kelapa sawit menjadi beberapa produk turunan.

Kalimantan Timur memiliki lahan seluas 1,5 juta hektare kebun kelapa sawit dan sebanyak 106 Pabrik serta produksi pada tahun 2024 mencapai 4,59 juta ton CPO dan TBS 19,8 juta ton, dengan ekspor terbesar ke Tiongkok dan India.

“Bila ingin menjajaki ekspor sawit, maka akan di fasilitasi dengan pengusaha Kaltim yang jumlahnya kurang lebih sebanyak 112 perusahaan sawit,” kata Akmal Malik didampingi Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setdaprov Kaltim Ujang Rachmad, Rabu (19/6/2024).

Dijelaskan, salah satu peluang bisnis produk turunan kelapa sawit adalah agar dapat membangun pabrik biodiesel, serta produk turunan dari kelapa sawit lainnya, dimana keuntungan yang didapat jauh lebih besar dari sekedar ekspor kelapa sawit. (*)

Baca Juga:   Pj Bupati Makmur Marbun Targetkan Sektor Pendidikan di PPU Masuk 5 Besar Kaltim