Sementara untuk kelompok tani sudah 352 kelompok. Diprediksi angka jumlah kelompok tani akan terus naik setiap tahunnya, tentu diperlukan juga penyuluh dari sisi jumlah dan kapabilitas.
TITIKNOL.ID, UJOH BILANG – Penyuluh pertanian di Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur selama ini masih terkendala. Satu di antaranya dalam hal kepemilikan sertifikat kompetensi.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Penyuluh Pertanian dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Mahakam Ulu, Rony Wigbertus yang dikutip oleh Titiknol.id pada Kamis (4/7/2204).
Dia paparkan, untuk petugas penyuluh pertanian di Dinas Pertanian Mahakam Ulu angkanya masih 43 orang.
Sementara untuk kelompok tani sudah 352 kelompok. Diprediksi angka jumlah kelompok tani akan terus naik setiap tahunnya, tentu diperlukan juga penyuluh dari sisi jumlah dan kapabilitas.
Tapi yang jadi persoalan, mereka para penyuluh pertanian di Mahakam Ulu belum mengantongi sertifikasi kompetensi sebagaimana profesi-profesi lainnya di bidang pendidikan dan kesehatan.
“Harusnya penyuluh itu punya. Kan coba lihat seperti tenaga kesehatan atau tenaga pengajar itu ada sertifikasi kompetensinya,” bebernya.
Ke depan, tantangan dunia pertanian di Mahakam Ulu semakin kompleks, terlebih lagi hadirnya Ibu Kota Negara Indonesia sudah dipindah di Kalimantan Timur bisa menjadi peluang bagi petani-petani di Mahakam Ulu.
Tentu saja perlu diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia di bidang pertanian.
“Peningkatan produksi pertanian memang jadi target tapi juga perlu ada pembinaan yang perannya dilakukan penyuluh tani,” tutur Rony. (*)












