Samarinda

PKL Liar Dekat Pasar Baqa Samarinda Digusur, Pasang Police Line hingga Sediakan 200 Lapak Baru

450
×

PKL Liar Dekat Pasar Baqa Samarinda Digusur, Pasang Police Line hingga Sediakan 200 Lapak Baru

Sebarkan artikel ini
PKL LIAR DIGUSUR - PKL liar di dekat Pasar Baqa Samarinda, Kalimantan Timur digusur oleh aparat dengan alasan untuk penertiban tata kota dan aspirasi dari para pedagang resmi Pasar Baqa, Selasa (16/7/2024). Aparat tetap akan terus pantau yakni di antaranya membangun pos pemantau dan memberi garis polisi. 

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Usai pembersihan lapak pedagang kaki lima atau PKL liar di dekat Pasar Baqa, aparat tetap akan terus pantau yakni di antaranya membangun pos pemantau dan memberi garis polisi. 

Demikian dibeberkan oleh Aditya Koesprayogi, Camat Samarinda Seberang saat berada di lokasi penertiban PKL liar pada Selasa (16/7/2024). 

Keberadaan PKL liar di dekat Pasar Baqa selain mengganggu tata kota Samarinda juga dianggap merugikan para pedagang Pasar Baqa. 

Lokasi lapak berada di pinggiran Jalan Sultan Hasanuddin membuat konsumen tertarik dan kadang enggan berkunjung ke Pasar Baqa. Kadang aktivitasnya membuat semerawut dan kemacetan jalan. 

“Pedagang resmi di Pasar Baqa merasa terpengaruh omzet ya,” ujarnya. 

Penertiban PKL liar sudah berlangsung lancar dan tertib, ada kerjasama yang baik dari para pedagang. Mereka ada yang secara sadar membongkar sendiri lapaknya. 

Kondisi terkini, Jalan Sultan Hasanuddin sudah bersih dari deretan lapak liar. Usai penertiban, aparat tetap menjaga ketat dengan tujuan agar tidak muncul lagi pedagang-pedagang liar menempati lapak secara ilegal, mengganggu kenyamanan dan keindahan jalan raya. 

“Akan dikasih police line, sementara, tanda sudah tidak boleh lagi dipakai,” ujarnya. 

Selain itu juga tambahan pos pemantau agar bisa mengawasi ketat dan menindak secara cepat bila ada yang melanggar mendirikan lapak secara liar di pinggir jalan. 

“Tidak segan-segan, ada tindakan tegas, mengusirnya, area harus bersih, tidak ada lapak-lapak untuk berjualan,” beber Aditya. 

Sediakan 200 Lapak

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, membeberkan, para pedagang liar di dekat Pasar Baqa Samarinda tidak dihentikan begitu saja.

Mereka tetap diberikan wadah atau ruang untuk berkegiatan ekonomi.

Bagi pedagang yang ingin tetap eksis berjualan, mencari nafkah, Pemkot Samarinda sediakan lokasi baru di Pasar Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda.

Baca Juga:   Pangdam VI Mulawarman Siapkan 6000 Personel TNI Amankan Pemilu

“Ada 200 lapak kosong di Pasar Harapan Baru, silakan mau yang mengisi, masih ada kuota untuk buka lapak berjualan,” beber Marnabas. 

Dia memastikan, wadah di Pasar Harapan Baru benar-benar jadi tempat baru untuk berjualan. Lokasinya aman, terata baik dan layak untuk aktivitas perdagangan. (*)