TitiknolKaltim

Rudy Mas’ud-Seno Aji Lawan Kotak Kosong di Pilgub Kaltim? PDIP dan Demokrat Jadi Penentu

337
×

Rudy Mas’ud-Seno Aji Lawan Kotak Kosong di Pilgub Kaltim? PDIP dan Demokrat Jadi Penentu

Sebarkan artikel ini

partai lainnya telah memberi dukungan pada Rudy Mas'ud, hanya PDIP dan Demokrat yang belum menentukan sikap di Pilkada Kaltim 2024.

Anggota Komisi VII DPR RI Rudy Mas'ud. (HO/Istimewa)

TITIKNOL.ID – Kini langkah Isran Noor untuk bisa maju di Pilkada Kaltim 2024 tergantung pada PDIP dan Demokrat.

Sementara partai lainnya telah memberi dukungan pada Rudy Mas’ud, hanya PDIP dan Demokrat yang belum menentukan sikap di Pilkada Kaltim 2024.

Mantan Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor punya kesempatan untuk maju di Pilkada Kaltim 2024 jika PDIP dan Demokrat memberikan tiket.

Ketua Umum PDIP dan Demokrat yakni Megawati dan AHY menjadi penentu sikap partai di Pilkada Kaltim 2024.

Bukan hanya menentukan nasib Isran Noor, Megawati dan AHY bakal menjadi penentu apakah Rudy Mas’ud akan menantang kotak kosong di Pilkada Kaltim 2024.

Prasyarat pencalonan Pilkada kaltim 2024 sendiri perlu minimal 20 persen dukungan partai pemilik kursi di DPRD Kaltim periode 2024-2029.

Dengan jumlah total 55 kursi di DPRD Kaltim sehingga untuk mendaftar di Pilkada Kaltim 2024 perlu paling sedikit didukung partai atau gabungan partai dengan dengan jumlah keterwakilan 11 kursi.

Artinya, Isran Noor yang kini menjadi satu-satunya calon yang digadang-gadang menjadi penantang Rudy Mas’ud harus didukung PDIP dan Demokrat.

Ketua DPD PDIP Kaltim, Irjen Pol (Purn) Safaruddin, menegaskan bahwa partainya tidak menginginkan Pilkada Kaltim 2024 hanya melawan kotak kosong.

Arah dukungan partai banteng kepada petahana Isran Noor-Hadi Mulyadi sudah mencuat, dan harus mengamankan satu lagi partai tersisa yakni Partai Demokrat.

Pentingnya mendengarkan suara akar rumput sebelum menentukan sikap untuk Pilkada Kaltim 2024 juga dilihat oleh PDIP Kaltim.

“Bagi PDI Perjuangan Kaltim, proses dukungan kepada Pak Isran Noor masih berlangsung,” tegasnya.

Safaruddin juga menegaskan bahwa semua keputusan terkait siapa bakal pasangan calon (bapaslon) yang akan diusung dan didukung partai banteng moncong putih berada di tangan Ketua Umum DPP PDIP.

Baca Juga:   PDIP Dukung Pasangan Inkumben Isran-Hadi, Hindari Calon Tunggal di Pilgub Kaltim

“Silakan tafsirkan sendiri (PDIP tak mau ada kotak kosong pada Pilkada Kaltim 2024). Saya sebagai ketua DPD mengusulkan nama bacalon, dan DPP yang akan memproses.

Kita tidak bisa memaksakan kehendak, keputusan final ada pada tanda tangan Ibu Ketua Umum,” tegasnya.

Safaruddin menyampaikan tetap akan mendukung Isran Noor, dan hal ini telah disampaikan kepada DPP PDIP.

Rekomendasi dari DPP PDIP, nantinya akan disampaikan langsung oleh Megawati Soekarnoputri.

“Kami menginginkan masyarakat dalam pilkada mendatang itu punya pilihan, tidak melawan kotak kosong, kasihan masyarakat kalau tidak memiliki pilihan,” tegas Safaruddin.

Isu Kotak Kosong

Isu kotak kosong dalam Pilkada Kaltim 2024 mencuat setelah Ketua DPD I Partai Golkar Kaltim, Rudy Mas’ud yang berpasangan dengan Sekretaris Partai Gerindra Kaltim, Seno Aji, masif mengamankan dukungan dari berbagai partai.

Ketua DPD I Golkar Kaltim, Rudy Mas’ud yang menggandeng politisi Gerindra Seno Aji untuk maju di Pilkada Kaltim 2024 ini telah mengantongi dukungan 44 kursi dari 7 partai.

Dukungan untuk Rudy Mas’ud – Seno Aji tersebut berasal dari Golkar 15 kursi, Gerindra 10 kursi, PKB 6 kursi, PAN 4 kursi, PKS 4 kursi, 3 NasDem dan terbaru PPP 2 kursi.

Eskalasi politik kian mencuat menjelang tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) Kepala Daerah baik Gubernur maupun Bupati di Provinsi Kalimantan Timur.

Partai politik (parpol) juga mulai menentukan arah dukungannya.

Disisi lain, lobi–lobi di tingkat DPP Partai juga terus berjalan untuk meyakinkan elite agar mau memberikan dukungannya.

Terbaru, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) secara resmi memberikan surat rekomendasi dukungan ke pasangan Rudy Mas’ud-Seno Aji di Pilgub Kaltim.

Sementara petahana, Isran Noor–Hadi Mulyadi, dari informasi yang dihimpun dari berbagai sumber baru mendapatkan dukungan dari PDIP, tentu masih membutuhkan 2 kursi untuk mendapatkan ambang batas syarat pencalonan.

Baca Juga:   STTD Yogyakarta Ajak Pemkab PPU Kerja Sama, Ini 2 Poin Tawarannya 

Pengamat Politik Universitas Mulawarman (Unmul) Budiman Chosiah melihat eskalasi politik dua pasangan calon (paslon) ini, tentu memiliki pandangan bahwa petahana kurang gesit dalam melakukan lobi politik.

Bergabungnya PPP ke poros Koalisi Indonesia Maju (KIM) di Kaltim, tentu membuat ruang gerak petahana bisa maju di Pilkada Kaltim 2024.

Dua partai tersisa yakni PDIP dan Demokrat, harus diamankan.

“Begitu cepatnya pergerakan Rudy-Seno mendapatkan dukungan dari partai politik, tidak mengagetkan, melihat mereka bisa mendapatkan PPP,” sebutnya, Sabtu (27/7).

“Peluang melawan kotak kosong cukup besar, apalagi setelah mendapat dukungan di luar koalisi KIM,” imbuh Budiman.

Rudy Mas’ud memiliki akses politik di pusat cukup kuat, selain Ketua Tim Kampanye Daerah Prabowo- Gibran saat Pilpres, ia banyak mengenal politisi karena menjabat anggota DPR RI.

Rudy Mas’ud cepat mendapatkan surat rekomendasi dukungan dari banyak partai politik yang juga sudah bergabung di KIM.

“Pergerakan Isran-Hadi kurang gesit (lamban), yang saya khawatirkan, potensi kuat kotak kosong itu bisa terjadi di Kaltim,” ujar Budiman.

Menurut Budiman, tokoh yang statusnya incumbent pada Pilkada 2024, menjadi jumawa karena survei dan popularitas yang tinggi.

Jadi mereka hanya menunggu partai, bukan mengejar partai politik.

Harapan Isran Noor–Hadi Mulyadi kini menunggu dua partai politik, yakni PDIP dan Demokrat.

Jika mereka berhasil mengamankan dua parpol ini, tentu kotak kosong tidak terjadi.

“Saya mengamati, Rudy Mas’ud mengincar Demokrat. Karena di beberapa daerah, justru mempertahankan koalisinya sendiri, ketimbang partai yang di luar koalisi.

Satu-satunya cara agar Isran-Hadi bisa maju di Pilgub, mereka harus gerak cepat untuk mendapatkan PDIP dan Demokrat,” pungkasnya. (*)