Politik

Video Berkonten Isu Dinasti Politik Bontang, Bakal Calon Walikota Neni Moerniaeni tak Terima

308
×

Video Berkonten Isu Dinasti Politik Bontang, Bakal Calon Walikota Neni Moerniaeni tak Terima

Sebarkan artikel ini
DINASTI POLITIK BONTANG - Cuplikan potongan video yang diduga Udin Mulyono memberikan pernyataan tudingan praktek dinasti politik Kota Bontang. Kegiatan pertemuan ini dilakukan di RT 27, Kelurahan Lok Tuan, Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur pada 2 Agustus 2024 malam. Bagi Neni Moerniaeni tudingan tersebut bagian dari upaya untuk mencemarkan nama baiknya dan keluarganya. Apalagi Neni Moerniaeni sekarang sedang sebagai kontestan di Pilkada Bontang 2024, sebagai bakal calon Walikota Bontang. (HO/Warganet)

TITIKNOL.ID, BONTANG – Neni Moerniaeni mengaku nama baiknya dirusak yang diduga dilakukan oleh Udin Mulyono. Karena ini Neni Moerniaeni melaporkannya ke pihak kepolisian pada Selasa (3/8/2024). 

Hal ini berangkat dari video yang tersebar bermuatan tudingan tudingan dinasti politik Neni Moerniaeni. 

Bagi Neni Moerniaeni tudingan tersebut bagian dari upaya untuk mencemarkan nama baiknya dan keluarganya. 

Apalagi Neni Moerniaeni sekarang sedang sebagai kontestan di Pilkada Bontang 2024, sebagai bakal calon Walikota Bontang.

Dia didampingi suaminya, Sofyan Hasdam melaporkan Udin Mulyono ke Polres Bontang di Jalan Bhayangkara, Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang.

Di video terungkap, durasi dua menit lebih bermuatan soal dinasti politik yang disampaikan oleh Udin Mulyono di wilayah RT 27, Kelurahan Lok Tuan, Bontang Utara pada 2 Agustus 2024 malam.

Berikut narasi yang disampaikan orang yang kuat diduga adalah Udin Mulyono.

“Bayangkan 5 orang jadi anggota DPRD semua mau jadi apa.”

 “Kalau nanti sampai bu neni maaf saja, jadi walikota. Bisa saja main mata dengan anaknya Ketua DPRD (Andi Faizal Sofyan Hasdam).”

 “Makanya saya pindah lebih baik saya dukung pak Basri.”

 “Keserakahan ini yang saya nggak mau. Kasian nanti masyarakat.”

 “Bukti dulu waktu jadi walikota (red Neni), gaji honorer dikurangi. Ada kongkalikong anggaran. Pada saat itu dia Walikota, Andi Faiz Ketua Dewan.”

 “Kenapa saya pindah. Saya tidak mau nantinya masyarakat Bontang menyesal 5 tahun.”

 “Bayangkan pak 5 orang jadi anggota DPRD berapa uang yang habis. Ini harus dikembalikan dulu, bayangkan. Bukan sedikit itu saya tahu persis.”

 “Sebetulnya kalau saya mau berbuat jahat saya bisa penjarakan pak Sofyan (suami Neni), bu Neni, saya bisa penjarakan Andi Faiz. Kenapa nggak?.”

 “Saya sebenarnya di Pilkada ini mau bertanding secara baik. Tapi bayangkan, kesadaran ini.”

 “Dipikir baik-baik, pertimbangkan baik-baik. Jangan sampai menyesal.”

 “Anak tiga-tiganya jadi anggota DPRD. Menantu.”

 “Sebetulnya yang paling bagus itu, bu Neni mendapampingi suaminya di Jakarta.”

Reaksi Udin Mulyono Dilaporkan ke Polisi

Baca Juga:   Akhirnya KPU Umumkan PDIP Jadi Pemenang Pileg 2024, Cetak Hattrick Juara

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Udin Mulyono mengaku tidak masalah namanya dilaporkan.

Kemudian akan menghadapi laporan tersebut. Disinggung soal ucapannya. Udin mengaku itu dilakukan secara pribadi dan atas inisiatif dari dirinya. 

“Silakan saja melapor. Saya siap menghadapi. Itu saya benar ngomong begitu tanpa ada perintah siapapun,” kata Udin Mulyono. (*)