Samarinda

Teras Samarinda Selalu Berulang, Tercemar Sampah Kemasan Minuman dan Makanan

636
×

Teras Samarinda Selalu Berulang, Tercemar Sampah Kemasan Minuman dan Makanan

Sebarkan artikel ini

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Teras Samarinda di ibu kota Provinsi Kalimantan Timur tidak pernah absen dari cemaran sampah sisa kemasan makanan dan minuman. 

Sampah-sampah tersebut berasal dari para pengunjung Teras Samarinda yang dibuka bagi masyarakat umum sejak beberapa hari yang lalu. 

Sempat pada Jumat 15 September 2024, sebagian pelajar dan Walikota Samarinda, Andi Harun melakukan aksi bersih-bersih pungut sampah di lokasi Teras Samarinda.

Ditemukan banyak sampah kemasan kertas hingga sampah plastik. Aksi bersih Teras Samarinda mengahasilkan lokasi fasilitas publik ini kinclong, bersih dari sampah-sampah. 

Namun selang beberapa hari kemudian, pantauan Titiknol.id pada Senin (16/9/2024) pagi, terlihat sampah kembali tergeletak begitu saja.

Keberadaan tempat sampah yang disediakan di Teras Samarinda tidak mampu menampung volume sampah.

Diduga adanya peningkatan kunjungan dari masyarakat ke Teras Samarinda. Sebagian pengunjung membawa makanan dan minuman bungkus, kemudian sisanya dibuang di area Teras Samarinda. 

Di antaranya terlihat ada pengunjung yang joging, berolahraga pagi, seperti halnya Mika Arsinta, warga Samarinda Ilir, memberikan komentarnya. 

Dia kaget saja, pas tiba untuk berolahraga pada pagi dihadapkan dengan pemandangan tumpukan sampah di titik tertentu. Merusak susana olahraga dan mengurangi estetika Teras Samarinda. 

“Jadi tidak nyaman juga ini, mau olahraga lihat pemandangan sampah jadi tidak bahagia,” ungkap Mika. 

Dia sebagai warga Samarinda, ingin sekali memiliki Teras Samarinda yang indah, aman dan nyaman dikunjungi. 

Jadi kebanggan bagi warga Samarinda. Karena itu, Pemkot Samarinda perlu terobosan matang dalam pengelolaan sampah di Teras Samarinda seperti di antaranya terapkan aturan dan beri sanksi bagi yang membuang sampah sembarangan. 

“Kalau mau berkunjung, bawa saja makanan dan minuman tapi bungkusnya disimpan dulu, nanti dibuang di tempat yang memang kapasitas sampahnya pas. Atau bawa bungkus yang memang tidak sekali pakai untuk tempat bekal minum dan makanan,” ungkapnya. (*)

Baca Juga:   Insentif Guru Swasta di Samarinda Disorot DPRD, Belum Masuk dalam Raperda