Samarinda

Kronologi Bayi di Samarinda Terbawa Arus Banjir, Rumah Pinggir Sungai, Pintu tanpa Kunci 

390
×

Kronologi Bayi di Samarinda Terbawa Arus Banjir, Rumah Pinggir Sungai, Pintu tanpa Kunci 

Sebarkan artikel ini
BAYI TERCEBUR - Bayi terseret air banjir di Jalan Batu Cermin, RT04 Gang PU, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Kota, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Senin 7 Oktober 2024 sore. Hingga saat ini keberadaan bayi masih belum ditemukan, diduga tercebur ke sungai dan hanyut terbawa arus. 

Kondisi ini membuat celaka, bayi usia tiga tahun harus tercebur dan hanyut, hingga kemudian sampai saat ini belum ditemukan. 

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Hujan deras melanda Kota Samarinda, Kalimantan Timur, membuat beberapa sungai meluap hingga banjir ke pemukiman warga masyarakat. 

Satu di antaranya di lokasi Jalan Batu Cermin, RT04 Gang PU, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Kota, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Senin 7 Oktober 2024 sore. 

Kondisi ini membuat celaka, bayi usia tiga tahun harus tercebur dan hanyut, hingga kemudian sampai saat ini belum ditemukan. 

Mengenai kronologinya, bibi korban, Eka (38), membeberkan, bayi yang tenggelam tersebut bernama Nur Afifah. Saat itu baru saja habis dimandikan oleh sang nenek. 

Waktu itu bayi akan dikenakan pakaian dan popok oleh neneknya. Ditinggal sebentar oleh nenek untuk ambil popok tetapi mulai dari titik inilah dimulainya petaka. 

Balita usia 3 tahun tersebut terlepas dari pengawasan sang nenek yang sedang mencarikan popok.

“Saat dicari ternyata Fifah (korban) buka pintu belakang. Pas disusul sudah terbawa arus sungai,” kata Eka, bibi korban.

Letak rumah korban berada tepat di tepi sungai. Saat kejadian sungai tersebut tengah meluap usai hujan dan nyaris mencapai lantai rumah panggung korban dan keluarganya.

Dari informasi yang terhimpun, sang bayi yang belum berpakaian membuka pintu belakang rumah.

Pintu belakang yang tertutup seng tanpa grendel itu tidak memiliki pembatas apapun. Pintu ini terhubung langsung ke sungai yang bermuara ke simpang empat Sempaja tersebut.

Sungai ini memiliki lebar kurang lebih 2 meter. Menurut keterangan warga, meski kecil, namun kedalamannya mencapai 4 meter.

Kondisi pintu tanpa batas yang tengah dipenuhi luapan banjir itu sangat memungkinkan menyeret tubuh mungil balita tersebut.

Baca Juga:   Jadwal Wisata Budaya Kukar Prosesi Belimbur, Simak Tata Krama dan Sanksi Bagi Pelanggar

Memang saat ini sejumlah wilayah di ibu kota Provinsi Kalimantan Timur ini tengah dilanda banjir setelah diguyur hujan deras sedari siang.

Dikabarkan banjir terparah terjadi di Kelurahan Sungai Siring, Samarinda Utara, Kota Samarinda. 

Setelah petaka hanyutnya bayi tiga tahun ini, tampak bibi dan nenek korban tak henti hentinya menangisi nasib tragis yang dialami bocah malang tersebut.

Kepolisian, PMR dan sejumlah satuan relawan juga sudah tiba di lokasi kejadian guna mengumpulkan bahan keterangan sembari menunggu tim SAR tiba di tempat kejadian perkara. (*)