TITIKNOL.ID, BONTANG – Nelayan di Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur berpeluang untuk mendapatkan bantuan seperti di antaranya alat tangkap perikanan.
Bantuan diperoleh dari Pemkot Bontang yang diambil dari APBD.
Bagaiamana nelayan bisa mendapatkan bantuan tersebut?
Ada 4 syarat untuk menerima bantuan adalah:
- Memiliki kelompok nelayan;
- Mengajukan proposal dilengkapi surat keputusan (SK) dari pemerintah kampung;
- Keterangan pada kartu tanda penduduk (KTP) harus nelayan.
- Selanjutnya didaftarkan ke Diskan Berau dalam bentuk surat keterangan terdaftar.
- Untuk mengajukan bantuan mereka harus punya kelompok minimal 10 orang dan maksimal 25 orang.
Dijelaskan oleh Kepala Bidang (Kabid) Penangkapan dan Pelayanan Usaha Diskan Berau, Ika Jayati, proses penyaluran akan dilakukan secara bertahap.
Dimulai pada November hingga Desember mendatang.
Sementara, untuk bantuan nelayan yang berasal dari APBD murni 2024 sudah disalurkan semua.
Seperti bantuan 10 unit kapal untuk Kampung Suaran dan 22 unit perahu fiber untuk Kampung Payung-payung.
“Jenis bantuannya hampir sama, ada mesin ketinting, mesin kapal, hingga alat tangkap. Hanya penerimanya saja yang berbeda,” katanya.
Ika menambahkan, total anggaran bantuan bagi nelayan tahun 2024 sebesar Rp 3,9 miliar.
Secara keseluruhan diperuntukan bagi 83 mesin ketinting, 34 unit mesin kapal dan sekitar 2.000 alat tangkap.
Sebelumnya, Pelaksanaan tugas (Plt) Diskan Berau, Jaka Siswanta mengatakan, Pemkab Berau juga turut mengembangkan potensi perikanan budidaya dengan menyerahkan bantuan kolam terpal sebanyak 20 unit kepada 4 kelompok, bantuan benih sebanyak 112.000 ekor serta pakan sebanyak 9,7 ton untuk 8 kelompok.
“Kita juga lalukan peningkatan sarana prasarana di Balai Benih Ikan Bedungun sebanyak 9 paket pekerjaan,” katanya.
Tak hanya bantuan peralatan, Pemerintah Kabupaten Berau juga fokus dalam pengembangan pengolahan pasca penangkapan ikan dengan menyalirkan alat pengolahan sebanyak 17 unit untuk 7 kelompok.
Selain itu, pemerintah juga fokus dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang perikanan dengan melakukan pelatihan serta bimbingan teknis kepada 10 nelayan, 32 pembudidaya serta 80 pengolah hasil perikanan.
“Potensi perikanan kita yang luar biasa, tentu harus dibarengi dengan peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Kita tahu, ikan adalah sumber protein berkualitas tinggi yang sangat bermanfaat untuk mencegah stunting,” ungkapnya. (*)












