Samarinda

Update Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda, Bagian Luar Bangunan Selesai Desember

773
×

Update Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda, Bagian Luar Bangunan Selesai Desember

Sebarkan artikel ini
DESAIN PASAR PAGI - Proses revitalisasi Pasar Pagi Samarinda di Provinsi Kalimantan Timur. Program pembangunan pada bagian luar bangunan atau fasad, ditargetkan selesai dalam waktu dekat. (HO/Pemkot Samarinda)

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Inilah kabar terkini mengenai revitalisasi Pasar Pagi Samarinda di Provinsi Kalimantan Timur. Program pembangunan pada bagian luar bangunan atau fasad, ditargetkan selesai dalam waktu dekat. 

Menjelang akhir tahun, geliat pembangunan di Kota Samarinda terus bergulir. Pemerintah Kota Samarinda aktif merealisasikan berbagai proyek infrastruktur sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Samarinda. 

Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah revitalisasi Pasar Pagi, salah satu pasar legendaris di kota ini.  

Revitalisasi Pasar Pagi tidak hanya melibatkan perombakan total bangunan, tetapi juga relokasi ribuan pedagang yang harus bersabar menunggu hingga proses revitalisasi selesai.

Nantinya, Pasar Pagi Samarinda akan memiliki wajah baru dengan bangunan setinggi lima lantai.  

Walikota Samarinda, Andi Harun, mengungkapkan perkembangan proyek ini saat meresmikan GOR Segiri Samarinda beberapa waktu lalu. 

Ia menyebutkan bahwa fasad atau bagian luar bangunan Pasar Pagi diproyeksikan selesai pada akhir tahun ini.  

Sekitar bulan Desember atau Januari nanti, fasad Pasar Pagi Samarinda akan selesai. 

“Sementara untuk penempatan lapak pedagang, kemungkinan baru bisa dilakukan pada April 2025,” kata Walikota Andi Harun.

Hal ini juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, Desy Damayanti. 

Ia menjelaskan bahwa secara struktur, bangunan Pasar Pagi ditargetkan rampung pada akhir tahun.

Namun, penataan interior dan fasilitas di dalamnya masih memerlukan waktu tambahan.

Target akhir tahun untuk struktur bangunannya, tapi fasadnya belum bisa langsung digunakan karena di dalamnya harus ditata ulang, seperti penempatan kios dan fasilitas lainnya.

“Kami perkirakan sekitar April 2025 pedagang baru bisa menempati tempat baru,” beber Desy.

Desy menyebut, progres revitalisasi saat ini telah mencapai sekitar 80 persen.

Baca Juga:   2 Anggota DPRD Maju Pilkada Bontang Sesuai Prosedur, PAW Tunggu Pimpinan Definitif

Namun salah satu tantangan terbesar adalah pengerjaan beton yang memerlukan waktu cukup lama.  

Terkait fasilitas, Pasar Pagi tidak akan dilengkapi dengan pendingin udara (AC), sesuai dengan konsep pasar tradisional.

“Pasar umum itu memang tidak pakai AC, berbeda dengan mal. Kalau mau di-AC-kan nanti tergantung konsepnya Dinas Perdagangan mau menjadikan pasar ini seperti apa,” kata Desy.

Ia juga mencontohkan, Pasar Segiri Samarinda yang dikelola oleh pihak ketiga, sehingga konsep dan fasilitasnya berbeda.

Namun, standar yang digunakan PUPR dalam membangun Pasar Pagi sudah sesuai dengan kebutuhan pasar tradisional.

“Yang jelas secara struktur dan secara perencanaan sudah disediakan semua, dengan tetap koordinasi bersama Dinas Perdagangan,” ungkap Desy.

Ke depan, Dinas PUPR akan menyerahkan pengelolaan interior kepada Dinas Perdagangan untuk menentukan tata kelola pasar.

“Kami hanya menyelesaikan bangunan sesuai rencana awal yang telah diajukan oleh Dinas Perdagangan. Karena nanti akan kami serahkan kepada mereka,” tutupnya. (*)