TITIKNOL.ID, PENAJAM – 900 dosis untuk tahap pertama vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak tipe kuku belah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah dilaksanakan.
Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menargetkan sebanyak 3.675 ekor dari total populasi 8.000 ternak mendapatkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tahun 2025 ini.
“Pelaksanaan vaksinasi gelombang pertama sudah kami lakukan dua hari berturut-turut sejak Rabu (5/2/2025) kemarin untuk alokasi di wilayah Kecamatan Babulu,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) peternakan dan kesehatan hewan Dinas Pertanian PPU, Ristu Pramula, Jumat (7/2/2025).
Distribusi vaksin gelombang dua oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) direncanakan terlaksana pada bulan Maret dengan 1000 dosis untuk wilayah Kecamatan Sepaku dan Penajam.
“Setiap droping harus cepat dihabiskan, sehingga begitu tiba vaksin kami langsung melaksanakan itu,” ucap Ristu.
Ristu mengatakan, syarat ternak yang akan divaksin harus dipastikan dalam kondisi sehat. Adapun vaksin ini menjangkau ternak sapi, kerbau, dan kambing.
Ia menjelaskan, vaksinasi PMK dilakukan guna mencegah penyebaran virus genus Apthovirus dan meningkatkan kekebalan ternak terhadap virus PMK.
“Meskipun di wilayah PPU belum ada kasus kematian akibat PMK, kita tetap berusaha mencegah penularannya,” kata dia.
Upaya lainnya adalah menghimbau para peternak agar jangan sampai mendatangkan ternak dari luar yang tidak jelas asal usul kesehatannya.
Ia menambahkan, dari total populasi yang ada, kebanyakan ternak liar tidak mendapatkan vaksin PMK.
“Targetnya 3.675 divaksin, sisanya yang tidak divaksin utamanya ternak liar yang digembala di kebun sawit, karena susah menghandlenya. Kita edukasi juga itu, peternak saja tidak bisa pegang, apalagi kita,” ucapnya.
Vaksinasi PMK ini dilakukan tiap tahun dengan pengulangan vaksin dua kali untuk tiap ekor.
“Alhamdulilah selama ini ternak kita sehat, tidak ada kasus kematian maupun gejala ternak mengalami PMK, seperti mulut ternak melepuh atau liur berlebih dan menggantung,” tutupnya. (TN01)












