TITIKNOL.ID, TANJUNG SELOR – Penumpang speedboat yang terbalik di Desa Tanjung Buka, Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara belum ditemukan.
Sebanyak tiga orang sampai sejauh ini masih misterius keberadaannya, masih terus dilakukan pencarian di sungai, Selasa 11 Februari 2025.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sementara hingga saat ini pukul 12.00 Wita tim pencarian gabungan yang terdiri dari Basarnas Tarakan, BPBD Bulungan dan Polairud Polresta Bulungan masih terus melakukan penyisiran di sejumlah titik lokasi.
Speedboat Iqzza Express yang mengangkut sekitar 30-an penumpang terbalik di perairan sungai temangga, Desa Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Bulungan, Senin 10 Februari 2025.
Dalam peristiwa nahas itu 4 orang meninggal dunia. Serta tiga orang masih dalam proses pencairan. Sedangkan untuk korban selamat telah dievakuasi di Dinas Sosial (Dinsos) Bulungan sejak Senin kemarin.
Kepala Operasional Basarnas Tarakan, Dede Hariana menyampaikan untuk proses pencarian tiga korban Laka air yang melibatkan speedboat Iqzza Express melibatkan dua alut rib dan rubber boat.
Selain itu melibatkan 12 personel bantuan dari Basarnas Tarakan serta beberapa personel Polairud Polresta Tanjung Selor.
Untuk proses penyisiran di hari kedua kemarin, pencarian akan dilakukan dengan jarak radius sekitar 5 sampai 6 TK RML dari lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Kita memperpanjang titik pencarian, jadi kita tidak hanya titik lokasi, kita memperpanjang los area dari LKP itu sekitar 5-6 tk RML kita menuju ke hilir. Untuk target kita yakni mencari 3 korban dimana dua diantaranya adalah anak-anak,” kata Dede.
Dia mengungkapkan bahwa cuaca menjadi salah satu faktor utama yang menjadi kendala saat ini dalam proses pencarian. Apalagi arus sungai kayan yang cukup deras sering membawa bongkahan kayu.
“Kita tetap safety first terhadap cuaca, kalau memang tidak memungkinkan kita tidak melakukan pencarian. Namun, sejauh cuaca bersahabat pencarian akan tetap dilaksanakan,” ucapnya.
Dugaan sementara korban hilang masih di dalam air. Tetapi mengingat korban adalah anak-anak maka diperkirakan pada hari ketiga akan timbul ke permukaan.
“Kemungkinan di hari ini (kemarin) anak-anak ya, di hari ketiga atau keempat itu bisa orang dewasa yang timbul. Tapi tidak menutup kemungkinan semuanya bisa ditemukan,” tandasnya.
Sebelumnya, berdasarkan keterangan pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bulungan, kecelakaan air ini terjadi, Senin 10 Februari 2025 pukul 13.15 Wita.
Lokasi kejadian di perairan Sungai Temangga–terusan dari Sungai Kayan, tepatnya di kawasan SP 6 Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan.
Speedboat yang memuat kurang lebih 40 penumpang (sesuai data kepolisian) ini terbalik dan tenggelam setelah diduga menabrak kayu tepatnya di Sungai Temangga.
Speedboat dengan kekuatan 2 mesin itu, oleng ke kiri dan langsung tenggelam (terbalik).
Semua penumpang yang berada dalam satu speedboat yang terbalik adalah satu kerabat.
Mereka rombongan dengan menggunakan dua unit speedboat ke Kampung Tias di Tanjung Palas Tengah, Bulungan.
Para penumpang tersebut rata-rata berdomisili di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Mereka ke Kampung Tias untuk menghadiri acara pernikahan di tempat keluarga.
Disampaikan oleh Kasi Humas Polresta Bulungan Iptu Magdalena Lawai, peristiwa kecelakaan terjadi, ketika para penumpang tersebut hendak kembali ke Berau, melalui Tanjung Selor.
Mereka bertolak dari tempat acara pernikahan, selepas shalat dzuhur atau sekira pukul 12.30 Wita. Dengan menggunakan 2 speedbuat, bernama Ikbal dan Iqza Express.
Nahas, satu speedboat yang berukuran lebih besar dengan penumpang 40 orang, mengalami kecelakaan. Terbalik setelah diduga menabrak kayu.
Hingga Senin pukul 19.30 Wita, 4 korban ditemukan meninggal dunia.
Keempat korban telah dievakuasi, dan saat berita ini dilansir masih berada di ruang mayat RSD Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor. (*)












