BulunganTitiknolKaltara

Pindah dari Milik Pemkab ke Gunung Seriang, Gubernur Kaltara Kini Punya Rumah Jabatan Baru

77
×

Pindah dari Milik Pemkab ke Gunung Seriang, Gubernur Kaltara Kini Punya Rumah Jabatan Baru

Sebarkan artikel ini
RUNJAB BARU GUBERNUR - Rumah jabatan Gubernur Kalimantan Utara. Setelah sekitar 12 tahun menempati rumah jabatan (Runjab) milik Pemkab Bulungan, Gubernur Kaltara kini resmi menempati kediaman dinas milik Pemprov sendiri di kawasan Desa Gunung Seriang, Tanjung Selor.

Setelah 12 tahun lamanya ‘menumpang’ di rumah dinas milik Pemkab Bulungan, wajah baru kepemimpinan Kalimantan Utara kini resmi berdiri tegak di atas bukit Gunung Seriang. Bukan sekadar hunian, ini adalah simbol kemandirian Provinsi Kalimantan Utara

TITIKNOL.ID, TANJUNG SELOR – Sebuah lembaran baru tercatat dalam sejarah tata kelola pemerintahan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Setelah sekitar 12 tahun menempati rumah jabatan (Runjab) milik Pemkab Bulungan, Gubernur Kaltara kini resmi menempati kediaman dinas milik Pemprov sendiri di kawasan Desa Gunung Seriang, Tanjung Selor.

Peresmian hunian yang berdiri megah di atas perbukitan ini dilakukan bertepatan dengan momen Safari Ramadhan dan salat Tarawih berjamaah, Minggu (8/3/2026) malam.

Kembalikan “Marwah” dan Fasilitas Pinjaman Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Bulungan yang telah meminjamkan fasilitas tempat tinggal bagi kepala daerah sejak Kaltara resmi berdiri.

“Rumah jabatan lama kita kembalikan ke Bupati Bulungan. Kita sangat berterima kasih karena sudah dipinjamkan sekitar 12 tahun,” ujar Zainal.

Menurutnya, memiliki Runjab mandiri bukan sekadar urusan tempat tinggal, melainkan upaya menjaga marwah Kaltara sebagai daerah otonom yang terus berkembang.

Hunian Ikonik di Atas Bukit Terletak sekitar 20 menit dari pusat kota Tanjung Selor, Runjab baru ini menawarkan pemandangan yang memukau.

Dari atas bukit Gunung Seriang, hamparan Kota Tanjung Selor hingga hijaunya hutan Kaltara terlihat jelas dari ketinggian.

Kompleks bangunan yang didominasi warna putih ini terdiri dari bangunan utama untuk tempat tinggal gubernur, pendopo untuk pertemuan, serta beberapa gedung pendukung lainnya.

Meski tampak mencolok dan ikonik dari kejauhan, Gubernur mengakui bahwa pembangunan fasilitas pendukung belum sepenuhnya tuntas.

Baca Juga:   Amparan Tatak Resmi jadi Warisan Budaya, Kuliner Legendaris Samarinda Makin Mendunia

Tempati Sambil Membangun Meski sudah mulai ditinggali, Zainal secara terbuka membeberkan beberapa kekurangan yang ada.

Mulai dari akses jalan menanjak yang belum teraspal, hingga belum tersedianya dapur dan garasi mobil. Namun, ia memilih untuk segera menempatinya agar suasana rumah segera hidup.

“Daripada kosong, lebih baik kita tempati supaya ada suasana di rumah ini. Walaupun saya sudah tinggal di sini, tukang tetap bisa bekerja melanjutkan pembangunan,” tegasnya.

Penyempurnaan fasilitas Runjab Gunung Seriang ini dipastikan akan terus berjalan hingga mencapai kenyamanan dan standar kelayakan yang diharapkan bagi pusat kepemimpinan di ibu kota provinsi tersebut. (*)