Balikpapan

Balikpapan Dikepung Banjir dan Longsor Pasca-hujan, Warga pun Ketar-ketir

333
×

Balikpapan Dikepung Banjir dan Longsor Pasca-hujan, Warga pun Ketar-ketir

Sebarkan artikel ini
BANJIR LONGSOR BALIKPAPAN - Petaka longsor di pemukiman warga Pelayaran, Prapatan, Kecamatan Balikpapan Kota, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (7/3/2025) pagi. Dampak longsor ini terjadi pasca-hujan deras pada Kamis 6 Maret 2025 malam. Warga pun khawatir, ketar-ketir, jalan yang longsor akan hancurkan rumah dan memutus mobilitas aktivitas warga. (Titiknol.id)

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Hujan deras melanda hampir seluruh Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis 6 Maret 2025 malam hingga dini hari. 

Kontan saja hal ini berdampak pada genangan banjir di beberapa tempat di Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Daerah langganan banjir sudah pasti genangan airnya tinggi. Tidak hanya banjir, petaka longsor juga mengancam dan sudah terjadi melandan ke beberapa permukiman warga. 

Kali ini Titiknol.id, memperoleh informasi soal banjir dan longsor di Balikpapan pasca-hujan mengguyur deras.

Di antaranya di daerah Beller atau persisnya di Jalan Mayor Pol. Zainal Arifin tergenang air banjir hingga Jumat (7/3/2025) siang belum surut. 

Kontan saja, hal ini menghambat aktivitas masyarakat. Banyak pengendara memilih memutar balik mencari jalur alternatif.

Namun, kondisi berbeda terjadi di Jalan Dam yang berdekatan dengan kawasan tersebut. Banjir masih cukup tinggi, mencapai perut orang dewasa dengan arus yang cukup kuat.  

Beberapa masyarakat mengamankan motornya dengan mengangkat kendaraan mereka ke tempat lebih tinggi untuk menghindari kerusakan akibat banjir.

Wilayah ini memang dikenal sebagai daerah rawan banjir, terbukti dengan adanya papan peringatan yang dipasang oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan.  

Seorang ibu yang tengah membersihkan rumahnya, mengungkapkan bahwa banjir mulai terjadi sejak pukul 04.00 Wita dengan ketinggian awal mencapai dada orang dewasa.  

“Dari jam 4 tadi banjirnya, awalnya setinggi ini,” ujarnya sambil menunjuk dinding rumahnya. 

Meski rumahnya cukup tinggi dibandingkan jalan, air tetap meluap hingga masuk ke dalam rumah.

Di kawasan Jalan Beller, warga mulai membersihkan rumah mereka dari lumpur dan sampah yang terbawa banjir. Beberapa orang terlihat memanfaatkan air banjir untuk menyeka kaca rumah sebelum mengeringkannya.  

Baca Juga:   Iriana Jokowi Berkegiatan di 3 Daerah Kaltim, Berinteraksi dengan Para Siswa

Namun, ketika banjir mulai surut, ketegangan sempat terjadi antara warga dan pengendara mobil yang nekat melintas. Gelombang air yang ditimbulkan kendaraan membuat air kembali masuk ke rumah-rumah yang sudah dibersihkan.  

“Pelan-pelan, Pak!” teriak seorang warga menegur sopir mobil yang melintas.  

Sebelumnya, tim SAR gabungan bersama BPBD Balikpapan telah melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan bantuan, terutama lansia dan anak-anak, dari rumah yang terdampak banjir.  

Hingga berita ini diturunkan, warga masih berupaya membersihkan sisa-sisa banjir(*)

Longsor Landa Jalan Rumah

Di tempat terpisah, longsor terjadi di daerah Prapatan, Kota Balikpapan pasca-hujan deras mengguyur sejak tengah malam.

Pantauan di lokasi kejadian, jalan setinggi 4 meter di Gang Pelayaran, Prapatan, Balikpapan Kota, ambruk setelah adanya guyuran hujan deras 

Tampak badan jalan yang terbuat dari cor semen tersebut terdapat keretakan yang tersebar, Jumat (7/3/2025).  

Kini ruas jalan yang retak itu dipasang garis polisi sejauh kurang lebih 7 meter dari dua arah, agar meminimalisir aktivitas yang ada di atasnya. 

Sementara itu, tepat di depan jalan yang ambruk, ada dua unit rumah, sementara di bawah jalan tersebut juga ada beberapa rumah. 

Menurut keterangan salah seorang warga RT 14 Prapatan yang tinggal di sekitar TKP, memperkirakan kejadian itu sekitar pukul 07.00 Wita. 

Pada sebelumnya, warga tak merasakan gejala apapun hingga akhirnya jembatan tersebut ambles. 

“Ambrolnya sekitar jam 7 pagi. Soalnya saya berangkat solat subuh itu masih aman,” ujar seorang warga. 

Saat dikonfirmasi, Ketua RT 14 Kelurahan Prapatan, Miftah, menjelaskan, konstruksi jalan tersebut sudah lama mengalami kerawanan. 

“Awalnya, badan jalan itu terbuat dari kayu, termasuk tiangnya. Namun, karena usia, materialnya lapuk,” ujarnya.  

Baca Juga:   Pj Gubernur Akmal Malik Ingin Lahan Bekas Tambang untuk Ketahanan Pangan Kaltim

Sebelum ambruk, warga telah melakukan tambal sulam terhadap retakan yang muncul.

Namun, upaya tersebut tidak mampu menahan beban jalan, terutama dalam kondisi hujan deras.

Alhasil, sejumlah penghuni rumah kontrakan di sekitar lokasi juga telah dipindahkan demi keselamatan.  

Miftah menyebut, ada 52 jiwa dari 13 KK yang terdampak akibat jalan itu.

Sementara untuk mengantisipasi hal tak diinginkan, Miftah mengatakan, setidaknya 16 warga diungsikan ke rumah lain atau kerabat masing-masing. 

Hanya saja, kata Miftah, masih ada warga yang tinggal di depan jalan yang retak masih berada di tempat tinggalnya.

Namun, pihak RT telah mengimbau mereka untuk segera mengosongkan rumahnya.

“Dari pihak RT hanya sebatas imbauan, karena kami masih menunggu respons dari pemerintah,” tutur Miftah. 

Sebab menurut Miftah, dirinya sudah lama berkirim surat untuk meminta bantuan kepada pemerintah, namun tidak kunjung mendapat respons. 

Untuk mengurangi risiko lebih lanjut, warga akan melakukan upaya pengurangan beban beton di lokasi kejadian.

“Nanti malam kami akan mengerahkan warga untuk mengangkat pecahan beton sebelum diangkat. Ini agar saat jatuh nanti, tidak langsung menimpa rumah di bawahnya,” kata Miftah. (*)