Samarinda

Tanya Jawab Program Gratispol Kaltim dalam Gerakan Sholat Subuh Berjamaah 

369
×

Tanya Jawab Program Gratispol Kaltim dalam Gerakan Sholat Subuh Berjamaah 

Sebarkan artikel ini
SAFARI RAMADHAN KALTIM - Event hari ke 9 bulan suci Ramadhan 1446 H, Pemprov Kaltim dalam Safari Ramadan di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (9/3/2025). Agenda ini juga diselingi dengan diskusi. Gubernur Rudy Mas’ud menjawab pertanyaan dari masyarakat, pelajar dan guru yang secara bergantian menanyakan tentang beberapa hal, terutama terkait program Gratispol pada bidang pendidikan dan kesehatan. (HO/Pemprov Kaltim)

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Hari ke-9 bulan suci Ramadan 1446 H, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melanjutkan Safari Ramadan, masih di sekitar Kota Samarinda.

Safari Ramadan dilanjutkan di Masjid Raya Darussalam, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Minggu (9/3/2025).

Hadir dalam kegiatan tersebut,  Gubernur Kaltim H Rudy Mas’ud, Wakil Gubernur H Seno Aji, Sekda Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, para asisten, staf ahli dan pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov Kaltim.

Gerakan Salat Subuh Berjemaah merupakan inisiasi Gubernur Rudy Mas’ud untuk meningkatkan ketakwaan umat Muslim dan memakmurkan masjid. Dalam setiap salat subuh juga diikuti para pelajar SMA dan SMK.

Pada Safari Ramadan kali ini, Gubernur Rudy Mas’ud mendaulat Wakil Gubernur Seno Aji untuk menyampaikan paparan tentang apa-apa yang sudah dilakukan sejak mereka resmi menjabat.

“Tepat dua minggu setelah dilantik, kami berdua secara maraton melakukan verifikasi, validasi dan efisiensi anggaran. Supaya program yang dijanjikan saat kampanye bisa dilaksanakan,” kata Wagub Seno.

Misal untuk program pendidikan dan kesehatan gratis, aturan dan landasan hukum sudah dibuat. 

Dalam waktu dekat aturan itu akan ditandatangani oleh Gubernur Rudy Mas’ud.

Dijelaskan, program Gratispol yang menjadi tagline duet pemimpin muda Kaltim itu  akan dilaksanakan secara bertahap. 

Mulai dari memberikan pendidikan gratis kepada pelajar SMA/SMK dan mahasiswa S1, S2 dan S3 yang berdomisili dan ber-KTP Kaltim.

“Jadi secara bertahap akan mendapatkan pendidikan gratis. Kita mulai dengan pelajar SMA/SMK,” jelasnya. 

Terkait kesehatan gratis, Seno Aji menyebutkan sudah memasuki tahapan sosialisasi. Bagaimana ke depan dirinya bersama Gubernur Rudy Mas’ud mewujudkan janji-janji kampanye mereka.

“Seratus persen masyarakat Kaltim harus memiliki BPJS Kesehatan. Pemprov Kaltim menanggung biaya untuk yang tidak mampu,” tegasnya. 

Baca Juga:   Ketua DPRD Harap Bankaltimtara Tingkatkan Pelayanan Pembiayaan untuk UMKM

Di luar pendidikan dan kesehatan, Seno Aji menambahkan bahwa infrastruktur menjadi prioritas program pembangunan Kalimantan Timur.

Selain itu, mereka juga  akan melakukan penyelarasan pembangunan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kita akan pastikan dalam tiga tahun jalan ke Mahakam Ulu dapat dilewati dengan baik. Tidak ada lagi masyarakat merasakan bermalam di hutan,” yakin Wagub.

“Insyaallah tidak lebih dari 12 jam bisa sampai ke Mahakam Ulu,” yakinnya.

Untuk Kota Samarinda, Wagub Kaltim Seno Aji menyebutkan bantuan terutama dikhususkan untuk penanganan banjir.

“Mohon doa dan dukungannya agar kami berdua sehat selalu dan bisa menjalankan apa yang sudah kami janjikan. Agar program bisa benar-benar dirasakan oleh masyarakat Kaltim,” pungkasnya. 

Tanya Jawab Program Gratispol 

Dalam sesi diskusi, giliran Gubernur Rudy Mas’ud yang menjawab pertanyaan dari masyarakat, pelajar dan guru yang secara bergantian menanyakan tentang beberapa hal, terutama terkait program Gratispol pada bidang pendidikan dan kesehatan. 

Gubernur Rudy menegaskan pendidikan berkualitas bisa dihadirkan jika tenaga pendidik berkualitas.

Jika tenaga pendidik berkualitas maka insyaallah akan melahirkan generasi yang berkualitas.

“Penting sekali ada tenaga pengajar yang berkualitas, minimum pendidikannya S2. Dan insyaallah akan ada program beasiswa untuk itu,” ujar Gubernur Rudy Mas’ud yang menjawab salah satu pertanyaan dari Adi Setiawan, Guru Madrasah Darussalam International Boarding School, terkait kebijakan Pemprov Kaltim terhadap guru di sekolah swasta untuk dapat mengakses program pendidikan gratis. 

Gubernur Rudy Mas’ud berharap Gerakan Salat Subuh Berjemaah dapat terus berlanjut tidak hanya di bulan suci Ramadhan, tetapi juga di bulan-bulan lainnya. Subuh berjemaah bisa menjadi rutinitas, khususnya bagi pelajar Kalimantan Timur.  

“Semoga kita semua rutin bisa bangun pagi dan berolahraga. Diawali dengan salat subuh berjemaah di masjid, musala dan surau-surau di lingkungan masing-masing,” ungkap Gubernur Rudy Mas’ud. 

Baca Juga:   Hasil Babak Pertama Final Piala Presiden 2024 Borneo FC Samarinda vs Arema, Skor Kacamata

Tampak hadir, Ketua Pembina Yayasan Masjid Raya Darussalam Samarinda H Farid Wadjdy, Ketua Yayasan Masjid Raya Darussalam H Asnawi, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UINSI Samarinda, Prof Dr Bambang Iswanto, guru dan siswa siswi SMK Negeri 3 Samarinda, MAN 2 Samarinda dan Madrasah Darussalam International Boarding School Samarinda. (*)