Penajam

Peduli Stunting, Program Pangan Lestari Upaya Tekan Kasus Stunting di PPU

382
×

Peduli Stunting, Program Pangan Lestari Upaya Tekan Kasus Stunting di PPU

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD PPU, Sujiati (TITIKNOL.ID/CINDY)

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Tingginya kasus stunting di daerah pesisir Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) perlu ditangani melalui pendekatan yang lebih efektif.

Menilik kasusnya pada tahun 2024 lalu, angka stunting di wilayah pesisir bisa tembus diatas 40 kasus dalam satu Desa/Kelurahan.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU, Sujiati menyoroti wilayah tersebut meskipun memiliki akses terhadap sumber protein dari tangkapan laut, diluar dari faktor makanan, masih terdapat faktor lainnya yang menjadi penyebab utama tingginya kasus ini.

“Bukan hanya soal ketersediaan makanan, tetapi juga pemahaman masyarakat tentang pola makan dan pola asuh yang baik, serta terbatasnya akses pelayanan kesehatan,” kata Sujiati, Senin (10/3/2025).

Untuk itu, sebagai bentuk kepeduliannya, Sujiati menggagas program edukasi gizi bagi pada ibu di daerah pesisir, seperti di Babulu Laut.

“Saya mengajak masyarakat di wilayah pesisir untuk memanfaatkan hasil laut seperti ikan, untuk kemudian diolah menjadi makanan bernutrisi yang memiliki daya tarik bagi anak-anak,” ujarnya.

Seperti misalnya, ia mendorong para ibu mengolah ikan menjadi nugget ikan atau abon ikan, agar anak-anak lebih senang mengonsumsinya.

Tak hanya itu, ia juga mengajak warga untuk mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan rumahnya.

Melalui Program Pangan Lestari yang dibangunnya, ia berharap lebih banyak warga mulai mandiri memenuhi kebutuhan pangan untuk melengkapi gizi anak-anak.

“Kami menanam berbagai sayuran seperti tomat dan lainnya, untuk mendukung daya tahan tubuh anak karena kaya vitamin,” ucap dia.

Dengan begitu, Sujiati berharap dapat menekan angka stunting di PPU, khususnya daerah pesisir sehingga tumbuh kembang anak tetap stabil dan optimal. (Advertorial/TN01)