TITIKNOL.ID, TANJUNG SELOR – Polda Kalimantan Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika dan minuman keras dengan menggelar pemusnahan barang bukti hasil Operasi Pekat Kayan 2025.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (13/3/2025) ini dipimpin langsung oleh Kapolda Kaltara, Irjen Pol Hary Sudwijanto, S.I.K., M.Si., sebagai langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman menjelang bulan suci Ramadan.
Dalam operasi yang berlangsung sejak 10 Februari hingga 1 Maret 2025 tersebut, Polda Kaltara berhasil menyita 907 botol minuman keras dari 26 merek berbeda. Dari jumlah itu, sebanyak 790 botol dimusnahkan dalam kegiatan ini, sementara 117 botol lainnya disisihkan untuk kepentingan persidangan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menekan peredaran minuman keras yang berpotensi merusak kehidupan sosial masyarakat.
Tak hanya minuman keras, operasi ini juga berhasil mengungkap tujuh kasus narkotika yang melibatkan delapan tersangka, terdiri dari tujuh laki-laki dan satu perempuan.
Dari tangan mereka, petugas menyita barang bukti berupa 4.544,76 gram sabu, 4,21 gram ekstasi, dan 1,73 gram ganja.
Sebagian kecil barang bukti disisihkan untuk kepentingan laboratorium forensik dan persidangan, sementara sisanya dimusnahkan dalam kegiatan ini.
Kapolda Kaltara menegaskan bahwa keberhasilan operasi ini bukan hanya sekadar memberantas peredaran barang terlarang, tetapi juga menyelamatkan banyak nyawa.
Dari total narkotika yang dimusnahkan, diperkirakan sekitar 90.000 jiwa dapat terhindar dari dampak buruk penyalahgunaan narkoba.
Jika dinilai dari segi ekonomi, barang bukti yang dimusnahkan ini memiliki nilai mencapai Rp 9 miliar.
“Operasi ini bukan hanya soal penindakan, tetapi juga upaya menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika dan minuman keras. Kami akan terus berkomitmen untuk menjaga Kalimantan Utara tetap aman dan bebas dari peredaran barang terlarang,” tegas Irjen Pol. Hary Sudwijanto.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih proaktif dalam mencegah peredaran minuman keras dan narkotika dengan melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka.
Menurutnya, peran serta masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman.
Selain itu, Kapolda menekankan pentingnya peran keluarga dan lembaga pendidikan dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai bahaya narkoba dan dampak negatif minuman keras.
Pendidikan dini tentang risiko penyalahgunaan zat berbahaya dapat menjadi benteng utama dalam mencegah penyebaran narkotika di tengah masyarakat.
Pemusnahan ini menjadi bukti nyata bahwa Polda Kaltara terus berupaya menjaga stabilitas keamanan di wilayahnya.
Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, diharapkan Kalimantan Utara dapat terbebas dari ancaman narkotika dan minuman keras, menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan harmonis. (*/)












