TITIKNOL.ID, BULUNGAN – Suasana Ramadan 1446 Hijriah di Tanjung Selor semakin terasa hangat dengan aksi sosial yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bulungan, berkolaborasi dengan Polda Kalimantan Utara (Kaltara) dan sejumlah organisasi media.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (15/3/2025) ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Menjelang waktu berbuka puasa, seratus paket takjil dibagikan kepada para pekerja informal, seperti tukang ojek, operator kapal penyeberangan tradisional, buruh, dan pengguna jalan di kawasan dermaga penyeberangan Tanjung Selor-Tanjung Palas, Jalan Jenderal Sudirman.
Senyum kebahagiaan pun terpancar dari wajah mereka yang menerima takjil tersebut.
“Alhamdulillah, terima kasih banyak,” ucap seorang tukang ojek dengan wajah berseri-seri.
Selain membagikan takjil, PWI Bulungan dan personel Polda Kaltara juga menyambangi Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Rita Walidah Aisyiyah.
Panti yang telah berdiri sejak 2018 ini tetap bertahan meskipun beberapa kali harus berpindah lokasi.
Saat ini, panti menjadi tempat bernaung bagi puluhan anak yatim dan anak terlantar dari jenjang TK hingga SMA.
Afrida, Bendahara Panti, mengungkapkan rasa harunya atas kunjungan tersebut. Menurutnya, perhatian dari berbagai pihak sangat berarti bagi anak-anak yang tinggal di panti.
“Kami sangat terharu dengan kunjungan ini. Anak-anak di sini sangat membutuhkan perhatian dan dukungan,” ujarnya.
Meskipun kondisi panti sederhana, dengan bangunan kayu dan kamar-kamar kecil, semangat anak-anak untuk belajar dan menghafal Al-Qur’an tetap tinggi.
Prestasi mereka terus berkembang, menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Ketua PWI Bulungan, Fathu Rizqil Mufid, berharap kunjungan ini dapat memberikan inspirasi dan semangat baru bagi anak-anak di panti.
“Semoga kehadiran PWI dan polisi bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak di sini. Kami ingin mereka merasakan bahwa banyak orang peduli dan mendukung mereka,” tuturnya.
Dalam kunjungan tersebut, bantuan sembako juga diserahkan sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak panti. Meskipun jumlahnya terbatas, namun perhatian yang diberikan lebih bermakna.
“Kami tidak melihat besar kecilnya bantuan, tetapi perhatiannya. Terima kasih banyak,” ungkap Afrida penuh syukur.
Aksi sosial ini bukan sekadar berbagi materi, tetapi juga menyebarkan kebahagiaan dan harapan.
Di bulan suci Ramadan, PWI Bulungan dan Polda Kaltara membuktikan bahwa kepedulian adalah bahasa universal yang mampu menghangatkan hati siapa saja. (*/)












