TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Harga cabai dan bawang merah di Kota Samarinda, Kalimantan Timur meroket tinggi. Pemkot Samarinda bersikap, akan melakukan tiga langkah praktis.
Pantauan di beberapa pasar dan toko sembako di ibukota Kalimantan Timur, harga sejumlah komoditas sudah naik menjelang lebaran Idul Fitri.
Seperti di antaranya komoditi cabai mencapai Rp 120 ribu per kilogram.
Sementara bawang merah sekitar Rp35 ribu hingga Rp 40 ribu.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda merespons situasi ini dengan merencanakan tiga hal, yakni sebagai berikut:
- Inspeksi mendadak (sidak;
- Operasi pasar untuk menstabilkan harga;
- serta mengendalikan inflasi.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Samarinda, Marnabas Patiroy, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengundang sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan (Disdag), serta Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Varia Niaga, untuk bersama-sama menindaklanjuti permasalahan ini.
“Kita sedang jadwalkan untuk sidak bapokting. Kami akan cek dan mengatur laju inflasi serta kenaikan harga barang,” ujar Marnabas yang dikutip Titiknol.id pada Senin (17/3/2025).
Menurutnya, kenaikan harga cabai dan bawang merah harus segera diatasi, terutama dengan melakukan operasi pasar di titik-titik strategis.
Meskipun Pemkot Samarinda telah mengadakan pasar murah, Marnabas menilai langkah tersebut belum cukup efektif untuk meredam lonjakan harga.
Memang sudah ada gelaran pasar murah tapi saya anggap itu belum cukup. Jadi kita akan sentuh ke titik-titik sentranya.
“Misalnya, sekarang cabai naik, kita akan intervensi dengan subsidi dari Pemkot. Begitu juga dengan bawang merah, kita akan segera turun dan mengundang OPD terkait untuk berkolaborasi,” bebernya.
Marnabas juga memastikan bahwa stok beras di Samarinda dalam kondisi aman, terutama dengan adanya Toko Sigap yang tersebar di empat lokasi, tiga milik Pemkot Samarinda dan satu milik Pemprov Kalimantan Timur.
Selain beras, Toko Sigap juga akan menyediakan bawang, cabai, serta kebutuhan pokok lainnya dengan harga yang lebih terkendali.
Selain itu, Pemkot Samarinda akan berkoordinasi dengan Bulog dan Perumda Varia Niaga untuk memastikan stok daging beku tetap tersedia dan harganya terjaga menjelang Idulfitri.
“Saya berharap selama Ramadhan dan Idulfitri harga tetap stabil, sehingga masyarakat tidak terbebani dengan lonjakan harga kebutuhan pokok,” katanya. (*)












