TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Sirkuit Kalan di Samarinda saat ini dalam kondisi tidak layak, Walikota Andi Harun memberikan tanggapannya, Selasa (18/3/2025).
Sirkuit Kalan di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Kalimantan Timur menjadi sorotan.
Arena balapan ini pernah menjadi lokasi balapan bergengsi PON XVII 2008. Kondisi masih serba baru, jalan mulus berkualitas bagus.
Sampai kini, nasib Sirkuit Kalan mulai mengalami kerusakan di beberapa titik. Pantauan di lapangan, aspal rusak parah, seakan tidak layak lagi digunakan.
Atas kondisi ini, mendapat tanggapan Walikota Samarinda, Andi Harun. Pihaknya juga akan mencoba mengunjungi lokasi langsung Sirkuit Kalan.
“Saya memang belum pergi meninjau. Nanti setelah lebaran, saya berusaha untuk menyempatkan meninjau dalam rangka memperbaiki sirkuit ini,” kata Walikota Andi Harun.
Kata Andi Harun, dorongan perbaikan sirkuit balap semakin relevan, mengingat Kota Samarinda pernah menyumbangkan dua medali emas dalam ajang PON dari cabang olahraga balap motor.
Keberadaan sirkuit yang layak diharapkan dapat menjadi pusat latihan, sekaligus arena kompetisi resmi bagi para pembalap lokal.
“Saya kira permintaannya bagus, supaya arena balap berpusat di sirkuit,” tegas Andi Harun.
Desakan IMI Samarinda
Desakan untuk memperbaiki Sirkuit Kalan sebelumnya juga telah disampaikan oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) Samarinda, melalui Syahril Ketua IMI Samarinda.
IMI Samarinda mendorong agar Pemerintah Kota Samarinda turut andil dalam perbaikan sirkuit demi mendukung perkembangan olahraga balap di Kota Samarinda.
IMI menilai fasilitas yang memadai sangat dibutuhkan oleh para atlet muda di Samarinda agar mereka dapat terus berkembang dan meraih prestasi di ajang nasional.
“Aspalnya sudah banyak tercabut. Jadi kami mengharapkan kepada pemkot untuk memberikan fasilitas yang terbaik untuk lintasan Sirkuit Kalan,” bebernya.
Pihaknya sangat berharap ada perhatian penuh dari Pemkot Samarinda untuk melakukan kajian dan perbaikan secara tepat.
“Mudah-mudahan bisa diperbaiki,” kata Syahril. (*)












