Penajam

Dishub PPU Ingatkan tentang Keselamatan, Waspadai Kapasitas Berlebih Saat Mudik

328
×

Dishub PPU Ingatkan tentang Keselamatan, Waspadai Kapasitas Berlebih Saat Mudik

Sebarkan artikel ini
MUDIK LEBARAN 2025 - Ilustrasi arus lalu-lintas macet saat menjelang berbuka puasa di Jalan Indrakila, Kampung Timur, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Sabtu (8/3/2025). Kasat Lantas Kompol La Ode Prasetyo berharap mudik Lebaran tahun ini berjalan lancar dan tanpa hambatan. Ia juga mengingatkan kepada masyarakat yang akan mudik Lebaran untuk selalu berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu-lintas. (Titiknol.id)

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Meningkatnya volume kendaraan memasuki musim mudik lebaran, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengimbau pemudik memperhatikan keselamatan selama di jalan.

Kesehatan pemudik harus dipastikan prima saat memulai perjalanan dan dapat beristirahat apabila merasa kelelahan.

Dishub PPU menyarankan beberapa pos singgah di sepanjang jalur mudik agar dapat dimanfaatkan pemudik.

“Terutama bagi pemudik yang melakukan perjalanan jauh lintas provinsi, seperti Kalimantan Selatan (Kalsel) dan lainnya bisa istirahat sejenak,” kata Kepala Dishub PPU, Alimuddin, Kamis (20/3/2025).

Ia menekankan demi perjalanan mudik yang lancar dan nyaman, menjaga kondisi tubuh tetap prima adalah hal yang utama.

“Jika merasa lelah, perjalanan bisa dijeda dengan istirahat di pos-pos yang tersedia, seperti pos kepolisian, koramil, atau pos lainnya,” kata Alimuddin.

Lebih lanjut, kelebihan kapasitas saat melakukan perjalanan mudik harus lebih diperhatikan.

“Terlebih pemudik menggunakan sepeda motor melebihi kapasitas aman, ini tentu sangat berbahaya bagi keselamatan mereka dan bisa mengganggu pengguna jalan lainnya,” ujarnya.

Alimuddin mengingatkan membawa muatan berlebihan sangat berisiko tinggi terhadap keselamatan hingga berpotensi pada kecelakaan.

“Karena kondisi ekonomi, sebagain masyarakat memilih menggunakan motor, memaksakan diri membawa penumpang atau muatan berlebihan,” kata dia.

Opsi lain yang dapat ditawarkan adalah dengan menggunakan angkutan umum atau kendaraan lainnya yang dipastikan prima.

“Apabila tetap menggunakan sepeda motor, diharapkan memenuhi standar kelayakan, pastikan bahan bakar aman, dan melengkapi alat keselamatan serta mematuhi aturan rambu-rambu jalan,” pungkasnya.(Advertorial/TN01)