Penajam

DPRD PPU Nilai Kurangnya Pendampingan Bagi Petambak Sebabkan Budidaya Ikan Jadi Tak Maksimal

372
×

DPRD PPU Nilai Kurangnya Pendampingan Bagi Petambak Sebabkan Budidaya Ikan Jadi Tak Maksimal

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi I DPRD PPU, Ishaq Rahman (TITIKNOL.ID/CINDY)

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong masyarakat untuk mengembangkan budidaya ikan air payau.

Ketua Komisi I DPRD PPU, Ishaq Rakhman menyoroti pengembangan budidaya ikan di PPU khususnya wilayah Waru dan Babulu tidak berjalan secara optimal.

Ia menilai para petambak masih belum memiliki pengetahuan yang memadai untuk pengembangan budidaya ikan yang berkelanjutan.

Padahal, untuk mendapatkan hasil budidaya dan pengembangan yang sempurna, diperlukan peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai pelatihan teknis sehingga menjadi lebih baik.

“Di Waru banyak tambak yang mati karena kurangnya pendampingan. Babulu Laut juga banyak sekali tambak, tetapi hasilnya masih belum maksimal,” ujar Ishaq, Selasa (25/3/2025).

Ia mengatakan kendala yang kerap kali dihadapi petambak ialah kurangnya pengetahuan dan bermodalkan seadanya sehingga budidaya ikan tidak maksimal.

Ia berharap pemerintah daerah menaruh perhatian serius kepada petani ikan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Kalau memang pemerintah nanti mau serius menangani, bukan cuma sekadar pendampingan sumber daya manusianya tetapi juga bantu permodalannya,” kata ishaq.

Ia berharap pemerintah memperhatikan kesejahteraan petani tambak sehingga mereka bisa meningkatkan hasil budidaya sekaligus pendapatannya dari sisi ekonomi.

Diketahui minat budidaya tersebut ada pada budidaya udang, bandeng, nila, mujair, dan lele.

“Tetapi skala yang lebih luas kebanyakan bandeng, karena mereka lebih mudah ketimbang nila,” imbuhnya.

Sejauh ini pihaknya juga telah mendorong kelompok pembudidaya ikan (pokdakan), namun seiring bantuan tersebut berhenti, keberlanjutannya juga ikut terhenti.

“Setelah bantuan diberikan, pendampingan juga lepas begitu saja, tidak ada pembinaan lanjutan. Akhirnya bantuan itu cukup untuk sekali putaran saja, tidak berlanjut,” ungkapnya.

Semestinya, ucap Ishaq, ada pendampingan lanjutan seperti monitoring dan evaluasi sehingga bantuan berikutnya akan lebih tepat sasaran dan tepat guna.

Baca Juga:   Bahlil Ditunjuk Presiden Jadi Ketua Satgas Percepatan Investasi IKN, Ini Tugasnya

“Selama ini kan kurangnya pendampingan. Makanya kita berharap juga para penyuluh lapangan lebih aktif, misal beberapa hari sekali bertemu dengan petani ikan,” jelasnya. (Advertorial/TN01)