TITIKNOL.ID, PENAJAM – Vaksinasi Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tahap pertama telah selesai dilaksanakan untuk wilayah Waru dan Babulu sebanyak 900 dosis.
Menyusul tahap kedua vaksinasi PMK rencananya akan ada 1.000 dosis vaksin diperuntukkan bagi dua kecamatan sisanya, yakni Penajam dan Sepaku.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian PPU, Ristu Pramula mengatakan pasokan vaksin PMK dari Pemerintah Provinsi akan terdistribusi pasca lebaran.
“Bulan April nanti setelah lebaran kita vaksinasi tahap kedua untuk ternak sapi di wilayah Penajam dan Sepaku dengan mendatangkan 1000 dosis,” ujar Ristu, Selasa (25/3/2025).
Ia menekankan, sasaran utamanya adalah ternak sapi karena penyebaran wabah PMK yang lebih mudah menyerang sapi. Adapun sebanyak 3.675 hewan sapi menjadi target vaksinasi ini.
Apabila tidak dicegah, penyakit hewan yang sangat menular ini dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang besar.
“PMK sekarang cenderung wabahnya menyerang sapi, terutama sapi-sapi eksotis lah, sapi-sapi besar, kemudian kalau memungkinkan penyuntikan vaksin PMK ke ternak kambing juga,” kata Ristu.
Namun ia memprioritaskan 1.000 dosis tersebut dihabiskan dulu pada ternak sapi.
Ia menambahkan, pihaknya cukup kesulitan mengendalikan sapi-sapi liar saat dilakukan penyuntikan vaksin PMK.
“Diusahakan tetap divaksin, karena semua harus terpenuhi,” kata dia.
Ia menerangkan, sejauh ini sapi-sapi di PPU dalam kondisi aman dan tidak ditemukan terjangkit PMK.
“Alhamdulilah ternak kita aman, program ini dari pemerintah pusat untuk mengantisipasi ternak terjangkit wabah PMK,” bebernya.
Dalam setahun, pengulangan vaksin PMK dilakukan dua kali untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut dan menjaga kesehatan ternak.
“Nanti tiga bulan kemudian dosisnya datang lagi dan dilakukan penyuntikan kembali untuk ternak kita yang sudah mendapatkan dosis pertama,” tutupnya.(Advertorial/TN01)












