TITIKNOL.ID, PENAJAM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sepaku yang baru saja selesai dibangun menghadapi kendala serius dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, yakni kurangnya tenaga medis pada rumah sakit tipe D ini.
Terutama dokter spesialis bedah dan anestesi. Ini mengakibatkan layanan operasi di rumah sakit tersebut belum dapat berjalan.
Padahal fasilitas RSUD Sepaku dari sisi fisik sudah lengkap, seperti tersedianya ruang operasi, Intensive Care Unit (ICU) Neonatal Intensive Care Unit (NICU), Pediatric Intensive Care Unit (PICU), dan ruang rawat inap.
“Ini yang lagi kami perjuangkan, pemenuhan sumber daya manusianya dari dokter spesialis,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Penajam Paser Utara (PPU), Janjse Grace Makisurat, Jumat (4/4/2025).
Ia menjelaskan meskipun pemerintah sudah membuka penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), tetapi masih belum mengcover pemenuhan kebutuhan tenaga medis di rumah sakit tersebut.
“Sudah dibuka peluang formasi PPPK dan CPNS, tetapi tidak ada yang berminat,” kata Grace.
Sebagai solusi, ucapnya, sementara ini RSUD Sepaku menjalin kerja sama kontrak dengan RSUD Ratu Aji Putri Botung dan RS Samboja.
“Sudah berjalan, namun belum mencakup layanan operasi,” ujar dia.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian khusus terhadap permasalahan ini agar bagaimana caranya ada peminat bagi dokter spesialis untuk bekerja di RSUD Sepaku.
“ini menjadi kesulitan tersendiri padahal pemerintah sudah membuka peluang, mungkin perlu trik khusus dari pemerintah daerah supaya ada yang berminat,” pungkasnya. (Advertorial/TN01)












