TITIKNOL.ID, PENAJAM – Seluruh pustakawan di desa/kelurahan bahkan sekolah se Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengikuti kegiatan magang pengelolaan perpustakaan di ruang teater kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten PPU Kamis (24/5/2025).
Sekretaris Dispusip PPU, Aswar Bakri menyampaikan kegiatan ini diperuntukkan bagi pustakawan desa atau kelurahan dan pustakawan sekolah yang ada di Kabupaten PPU sebagai program Dispusip dalam meningkatkan kompetensi, pengetahuan dan keterampilan pustakawan agar bisa bekerja secara profesional.
“Kami menyelenggarakan kegiatan magang bagi para pustawakan selama lima hari untuk bagaimana caranya mengelola perpustakaan sesuai kaidah-kaidah terstandarisasi pengelolaan perpustakaan, mulai tanggal 24-30 Maret 2025,” kata Aswar.
Aswar menekankan program ini menjadi agenda rutin yang dilaksanakan tiap tahun agar kapasitas pustakawan meningkat.
“Supaya mereka paham bagaimana mengelola perpustakaan. Perpustakaan itu kan nantinya diakreditasi, untuk mendapatkan akreditasi itu juga harus menempuh syarat-syarat tertentu, itu yang kita latih saat ini,” jelas Aswar.
Peserta kegiatan ini tak hanya dari pustakawan desa/kelurahan dan sekolah, tapi juga dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memiliki perpustakaan dengan total 23 peserta.
Peserta kegiatan diberi materi dari narasumber yang berasal dari internal Dispusip terkait pengenalan perpustakaan, pengembangan koleksi, pengolahan bahan pustaka, dan sebagainya.
Aswar menambahkan, sejatinya keberadaan pustakawan di Kabupaten PPU masih kurang dari segi kuantitas.
“Salah satu indikator akreditasi perpustakaan itu kan pustakawannya, dari aspek pemenuhan sumber daya manusia dan layanan. Jumlah pustakawan kita yang masih kurang, makanya salah satu caranya kita juga melatih mereka,” ucapnya.
Ia berharap dengan adanya pelatihan ini, pustakawan dapat mengimplementasikan teori dan praktik yang dilakoni selama magang di instansi masing-masing.
“Setelah itu baru bisa kita ajukan perpustakaan apapun di PPU ini untuk diakreditasi oleh perpusnas melalui provinsi,” tutupnya. (Advertorial/TN01)












