Penajam

Pemkab PPU Pacu Pembangunan Jaringan Air Bersih, Bupati Mudyat: Kondisi Geografis Jadi Tantangan

290
×

Pemkab PPU Pacu Pembangunan Jaringan Air Bersih, Bupati Mudyat: Kondisi Geografis Jadi Tantangan

Sebarkan artikel ini
Bupati PPU Mudyat Noor saat diwawancarai awak media

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Berbeda dengan kota-kota besar, distribusi air bersih di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih harus menyesuaikan kondisi wilayah yang luas dengan permukiman yang terpencar.

Hal ini menjadikan pembangunan jaringan memerlukan perencanaan matang dan anggaran yang tidak sedikit.

Namun demikian, target pemerintah daerah dalam lima tahun mendatang diharapkan dapat tercapai.

“60-70 persen cakupan layanan air bersih harapannya dapat dicapai pada 2030 mendatang. Saat ini, cakupan kita masih di bawah 50 persen,” kata Bupati PPU, Mudyat Noor, belum lama ini.

Ia menyatakan, pemenuhan target merupakan upaya strategis pihaknya dalam memperluas akses air bersih yang aman dan layak, utamanya di desa-desa dan daerah terpencil yang belum tersentuh jaringan air bersih.

“Kita punya tantangan geografis, permukiman terpencar, kondisinya pun beragam. Ini menuntut perencanaan infrastruktur air yang kompleks dan berbiaya tinggi,” kata dia.

Mudyat menambahkan, saat ini Pemkab PPU tengah mengajukan sejumlah program ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Beberapa usulan proposal yang telah memperoleh lampu hijau kini dalam proses pengadaan serta pembangunan sarana distribusi.

“Ada beberapa titik yang sudah mendapat persetujuan PUPR. Tahapan selanjutnya kita pelaksanaan pengadaan barang serta konstruksi jaringan distribusi,” ucapnya.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan optimalisasi pembiayaan, Mudyat berharap cakupan layanan air bersih benar-benar menjangkau seluruh wilayah, setidaknya 70 persen sesuai waktu yang ditetapkan.

“Semua ini tak lain bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjamin kualitas hidup masyarakat PPU melalui pemenuhan kebutuhan air bersih,” tandasnya.

(Advertorial/TN01)