BalikpapanTitiknolKaltim

Pemkot Balikpapan Khawatirkan Kejahatan Siber Seret Anak-anak, Marak Pakai Gawai

350
×

Pemkot Balikpapan Khawatirkan Kejahatan Siber Seret Anak-anak, Marak Pakai Gawai

Sebarkan artikel ini
CYRBER CRIME KALTIM - Foto ilustrasi aksi kejahatan siber melalui smartphone dan perangkat pc komputer. Pemerintah Kota Balikpapan khawatir akan kejahatan siber yang melibatkan anak-anak dan menjadikan anak-anak sebagai objek atau korban jadi kejahatan siber. (Meta Ai)

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan khawatir akan kejahatan siber yang melibatkan anak-anak dan menjadikan anak-anak sebagai objek atau korban jadi kejahatan siber. 

Bentuk kriminal dari kejahatan siber ini, satu di antaranya tindakan asusila, perundungan, hingga penipuan yang merugikan korban dan orang lain. 

Fenomena ini tidak terlepas dari maraknya penggunakan gawai di kalangan anak-anak dengan akses media sosial secara bebas dan aplikasi yang banyak ragam. 

Ini dijelaskan oleh Sekretaris DP3AKB Balikpapan, Nursyamsiarni Djufril Larose yang dikutip Titiknol.id  pada Jumat (27/6/2025). 

Kini pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan berkomitmen melindungi anak dari kejahatan siber.

Hal ini dikemas melalui workshop Pemenuhan Hak Anak bertajuk Mencegah Terjadinya Cyber Crime pada Anak di Kota Balikpapan yang diikuti oleh ratusan anak dari berbagai sekolah.

Sekretaris DP3AKB Balikpapan, Nursyamsiarni Djufril Larose, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program prioritas Walikota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat ini yang menitikberatkan pada perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak.

Selain itu, bagian dari upaya mencegah maraknya kejahatan siber yang menyasar anak-anak.

Sekaligus bentuk nyata komitmen daerah dalam mewujudkan Balikpapan sebagai Kota Layak Anak.

Workshop ini adalah bentuk ikhtiar bersama agar anak-anak Balikpapan terlindungi dari ancaman digital yang makin mengkhawatirkan.

“Terutama karena tingginya intensitas penggunaan gawai di kalangan anak,” ujar Nursyam.

Ia juga menekankan, pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menjaga lingkungan digital yang aman dan sehat bagi anak-anak.

Menurutnya, kejahatan dunia maya kini menjadi salah satu tantangan utama dalam upaya pemenuhan hak anak di era modern.

Cyber crime bukan lagi isu dewasa. Anak-anak juga rentan menjadi korban.

Baca Juga:   Gubernur Rudy Mas'ud Cari Cara agar Kaltim Siap Tancap Gas Swasembada Beras

“Karena itu, edukasi dan keterlibatan mereka menjadi kunci dalam pencegahan,” tegasnya.

Workshop ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran sekaligus menjadi langkah awal menuju literasi digital yang lebih baik di kalangan pelajar Balikpapan.

Nursyam sampaikan, perwakilan dari 10 sekolah akan turut berperan sebagai agen perubahan, yang diharapkan dapat menyebarkan informasi penting terkait bahaya cybercrime di lingkungan sekolah maupun komunitas masing-masing.

“Anak-anak ini akan menjadi juru bicara sebaya, sekaligus membawa semangat perlindungan anak ke tengah masyarakat,” tuturnya. (*)