TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Dalam kesempatannya, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq melakukan kunjungan ke Kalimantan Timur. Di antaranya ke Kota Balikpapan.
Saat kunjungan kerja di Kalimantan Timur, Menteri Hanif Faisol Nurofiq ini soroti rendahnya para pengusaha sawit di Kalimantan Timur untuk gabung ke organisasi GAPKI atau Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mendorong GAPKI untuk memperkuat konsolidasi perusahaan perkebunan sawit di Kalimantan Timur.
Dia menilai, masih rendahnya tingkat partisipasi pelaku usaha sawit dalam organisasi GAPKI.
Dari lebih 300 unit usaha perkebunan sawit yang beroperasi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, hanya sekitar 80 perusahaan yang tercatat sebagai anggota GAPKI.
“Pak Gubernur tidak mungkin menangani perkebunan yang jumlahnya 1,5 juta hektare dengan HGU mencapai lebih dari 3 juta hektare sendirian,” beber Menteri Hanif Faisol Nurofiq pada Jumat (4/7/2025).
Menurutnya, keanggotaan perusahaan dalam GAPKI penting untuk mempermudah koordinasi dan pengawasan, terutama dalam penegakan kebijakan lingkungan di Kalimantan Timur.
Pemerintah saat ini tengah mendorong mekanisme insentif dan disinsentif bagi perusahaan berdasarkan keterlibatan mereka dalam organisasi tersebut.
Hanif menilai, GAPKI memiliki peran strategis dalam mewujudkan konsolidasi sektor perkebunan secara nasional.
Ia menyebut, praktik serupa telah berhasil diterapkan di berbagai negara maju melalui model tata kelola yang solid.
Sebab itu Hanif meminta pemerintah provinsi yang memiliki perkebunan sawit untuk menjalankan fungsi pengawasan sesuai prosedur yang ada.
Ia juga menekankan pentingnya penyiapan sarana dan prasarana penanggulangan karhutla di tingkat perusahaan.
Menteri Hanif Faisol Nurofiq beranggapan, pengelolaan sektor sawit tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.
Pemerintah berharap peningkatan partisipasi perusahaan sawit dalam GAPKI dapat memperkuat respon terhadap isu lingkungan dan mempercepat pelaksanaan kebijakan lintas sektor.
“Sehingga pengelompokan mereka dalam organisasi internal mereka seperti GAPKI menjadi sangatlah penting,” ungkap Hanif. (*)












