TITIKNOL.ID, PENAJAM – Menjamurnya aktivitas kafe jalanan atau street cafe di Penajam Paser Utara (PPU) mulai menimbulkan persoalan tata ruang kota. Pemerintah Kabupaten PPU pun tidak tinggal diam.
Alih-alih melakukan penertiban secara sepihak, Pemkab memilih pendekatan pembinaan dengan merancang relokasi terpadu.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) PPU, Margono Hadi Sutanto, menyebut relokasi tidak akan dilakukan secara kaku.
Pemerintah menyiapkan kawasan Pasar Induk sebagai lokasi baru yang akan dikembangkan dengan konsep community development.
“Kami sudah bertemu dengan para pelaku street kafe. Kami sampaikan bahwa kewajiban kami adalah memfasilitasi dan melakukan pembinaan. Relokasi bukan sekadar memindahkan, tapi juga membangun ekosistem baru yang mendukung UMKM,” kata Margono, Senin (7/7/2025).
Ia menjelaskan, kawasan baru itu nantinya tidak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga pusat aktivitas komunitas dan ruang interaksi sosial.
Pemerintah menggandeng komunitas seni, olahraga, hingga otomotif untuk menghidupkan suasana dan menarik kunjungan masyarakat.
“Jadi bukan hanya relokasi, tapi membangun pusat keramaian baru. Kita bantu promosi, fasilitasi event, dan ajak komunitas untuk aktif di sana,” ujarnya.
Menurut Margono, penataan ini perlu dilakukan mengingat penggunaan ruang publik secara tidak sesuai peruntukan mulai berdampak pada estetika kota dan kenyamanan warga.
Namun, pemerintah tetap ingin pelaku usaha kecil tumbuh dengan tertib dan terarah.
“Kita ingin pelaku UMKM tetap berkembang. Tapi harus ada keteraturan, agar usaha mereka juga berkelanjutan, dan terhubung dalam jejaring komunitas,” ucapnya.
Desain kawasan baru ini juga sedang difinalisasi, termasuk pembagian zona, fasilitas pendukung, hingga kalender event yang akan dijalankan bersama pelaku komunitas.
Pemerintah memastikan seluruh proses dijalankan dengan komunikasi terbuka dan transparan.
“Tidak ada unsur pemaksaan. Semua kita ajak bicara. Kita berikan kesempatan mereka tumbuh bersama komunitas,” pungkas Margono. (Advertorial/TN01)












