Penajam

Bendungan Lawe-Lawe Diharapkan Jadi Solusi Air Baku, Abdul Rasyid: Sudah Diarahkan ke Pemerintah Pusat

185
×

Bendungan Lawe-Lawe Diharapkan Jadi Solusi Air Baku, Abdul Rasyid: Sudah Diarahkan ke Pemerintah Pusat

Sebarkan artikel ini
Direktur Perumda Air Minum Danum Taka Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Rasyid

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Direktur Perumda Air Minum Danum Taka Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Rasyid, mengungkapkan bahwa Bendungan Lawe-Lawe yang menjadi andalan utama penyediaan air baku di wilayah Penajam, kini pengerjaannya telah diambil alih oleh pemerintah pusat.

Proyek tersebut diketahui masih belum juga tuntas meski telah dimulai sejak 2014.

“Bendungan Lawe-Lawe itu sudah diarahkan ke pemerintah pusat, sesuai penyampaian Dewas. Sudah beberapa kali pihak Balai Wilayah Sungai datang, mengunjungi area itu untuk menghitung ulang, mengkalkulasi lagi apakah memungkinkan untuk kita ambil alih,” kata Rasyid, Jumat (25/7/2025).

Ia menegaskan, Bendungan Lawe-Lawe yang terletak di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam saat ini satu-satunya harapan paling realistis untuk penyediaan air baku masyarakat.

Alternatif lainnya, kata dia, seperti menarik pipa dari Bendungan Sepaku Semoi atau SPAM Regional Longkali di Babulu, dinilai terlalu berat dari sisi biaya investasi.

“Kalau mau ambil dari Sepaku atau Longkali, dua-duanya perlu biaya besar. Sama-sama butuh Rp1 miliar. Sementara kita di PDAM, masalah air itu ada dua, yakni investasi perpipaan dan ketersediaan air baku. Dan sekarang, air baku kita nggak punya,” tegasnya.

Bendungan Lawe-Lawe sendiri digagas sebagai infrastruktur vital daerah untuk menopang pasokan air bersih bagi Penajam dan sekitarnya.

Namun proyeknya yang mangkrak selama lebih dari satu dekade, membuat masyarakat terus bergantung pada sumber-sumber yang tidak stabil.

“Kalau bicara air baku, itu yang paling berat sekarang. Dan Bendungan Lawe-Lawe satu-satunya yang bisa diharapkan,” tutup Rasyid.

(TN01)