BalikpapanTitiknolKaltim

Alasan Diskominfo Balikpapan Bakal Pindah Kantor ke Gedung Parkir Klandasan

320
×

Alasan Diskominfo Balikpapan Bakal Pindah Kantor ke Gedung Parkir Klandasan

Sebarkan artikel ini
DISKOMINFO PINDAH KANTOR - Pada pertengahan tahun 2026, bakal ada relokasi kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Balikpapan ke Gedung Parkir Klandasan Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. 

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Pada pertengahan tahun 2026, bakal ada relokasi kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Balikpapan ke Gedung Parkir Klandasan Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. 

Demikian disampaikan oleh Kepala Diskominfo Balikpapan, Erriansyah Haryono pada Selasa (29/7/2025) di Balikpapan. 

Dia katakan, transformasi layanan publik digital di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur segera memasuki babak baru. 

Dinas Komunikasi dan Informatika Balikpapan berencana melakukan relokasi kantor ke lantai 5, 6, dan 7 Gedung Parkir Klandasan pada pertengahan tahun 2026.

Tak sekadar pindah tempat, Diskominfo juga menggagas pembangunan command center terpadu pertama di Kalimantan Timur di lokasi yang sama.

Erriansyah Haryono, menyatakan, rencana besar ini terungkap saat menghadiri rapat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 bersama DPRD Balikpapan. 

“Insya Allah pertengahan 2026 kami akan pindah ke lantai 5 sampai 7 Gedung Parkir Klandasan,” kata Erri. 

“Di lantai 5 akan kami bangun command center yang akan menjadi pusat pelayanan darurat dan integrasi data kota,” ujar Erri.

Command center yang dirancang Diskominfo ini tak main-main.

Erri menyatakan, fasilitas ini akan menyerupai sistem layanan darurat 911 di Amerika Serikat.

Dengan konsep satu pintu, seluruh laporan masyarakat akan langsung terhubung ke instansi terkait seperti:

  • Kepolisian;
  • Satpol PP;
  • Dinas Perhubungan;
  • Dinas Pemadam Kebakaran;
  • hingga Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga).

“Cukup satu call center, semua laporan warga langsung terintegrasi dan direspons. Ini bagian dari strategi mempercepat respons layanan publik, terutama saat kondisi darurat,” ungkapnya.

Tak hanya sebagai pusat komunikasi darurat, command center ini akan menjadi otak integrasi data kota.

Ruangan akan dilengkapi dengan layar monitor raksasa, server big data, dan infrastruktur IT terkini.

Baca Juga:   Usai Direnovasi, Kini Pelataran Bontang Kuala Jadi Tujuan Wisata Warga

Sistem ini akan menarik data dari aplikasi yang sudah dimiliki Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti:

  • Area Traffic Control System (ATCS);
  • Dan sistem mitigasi bencana.

“Kami tidak membangun aplikasi baru, tapi menarik dan mengelola data yang sudah ada agar lebih efisien dan terintegrasi. Analisis data akan dilakukan di satu tempat,” jelas Erri.

Untuk mewujudkan rencana ambisius ini, anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp30 miliar hingga Rp40 miliar, yang sebagian besar akan digunakan untuk membangun ruang server, sistem pendingin, dan infrastruktur konektivitas.

Sebagai bagian dari proses perancangan, Pemkot Balikpapan menjadikan command center Kota Surabaya sebagai referensi utama.

Jika semua berjalan sesuai rencana, Kepala Diskominfo Balikpapan, Erriansyah Haryono akan mencatatkan sejarah sebagai kota pertama di Kalimantan Timur yang memiliki command center terpadu.

“Ini bukan soal gengsi, tapi soal komitmen kami dalam meningkatkan kualitas layanan publik dan membangun sistem kedaruratan yang cepat dan terkoordinasi,” tegas Erri.

Dengan relokasi ini, kantor Diskominfo Balikpapan yang saat ini digunakan akan dikembalikan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur karena merupakan aset milik Pemprov.

“Kantor kami sekarang akan kami kembalikan ke provinsi. Jadi relokasi ini juga bagian dari penataan aset,” tuturnya.

“Sekaligus lompatan menuju pelayanan digital yang lebih baik,” katanya. (*)