PenajamTitiknolKaltim

Banjir Air Pasang Rendam Babulu Laut, Mudyat Noor Turun Tangan Siapkan Penanganan Terpadu

5
×

Banjir Air Pasang Rendam Babulu Laut, Mudyat Noor Turun Tangan Siapkan Penanganan Terpadu

Sebarkan artikel ini
Bupati PPU Mudyat Noor tinjau langsung banjir pasang laut di Babulu, Minggu (19/4/2026) pagi.

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, turun langsung meninjau kondisi banjir akibat air pasang yang melanda Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu, Minggu pagi (19/4/2026).

‎Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Wakil Komisi II DPRD PPU, Sujiati, serta Kepala Desa Babulu Laut, Sahudi, bersama sejumlah pejabat terkait lainnya.

‎Kehadiran bupati disambut antusias warga yang memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan langsung keluhan serta kondisi yang mereka alami.

‎Mudyat Noor tidak hanya melakukan peninjauan lapangan, tetapi juga berdialog dengan masyarakat guna menyerap aspirasi dan mencari solusi cepat atas permasalahan banjir.

‎Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera mengambil langkah penanganan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

‎“Kami hadir untuk memastikan kondisi masyarakat dan melihat langsung dampak banjir. Pemerintah akan berupaya maksimal agar penanganan segera dilakukan,” ujarnya.

‎Menurutnya, banjir air pasang di wilayah pesisir seperti Babulu Laut membutuhkan penanganan terintegrasi, mulai dari perbaikan drainase, normalisasi saluran air, hingga kajian pembangunan tanggul atau sistem pengendalian air.

‎Sementara itu, Sujiati menyatakan DPRD siap mendukung upaya pemerintah, termasuk melalui pengawasan terhadap program penanggulangan banjir.

‎Ia menilai persoalan banjir harus menjadi prioritas, khususnya di daerah yang kerap terdampak setiap musim tertentu.

‎“Kami akan mendorong agar penanganan banjir ini menjadi perhatian serius dan tidak terus berulang,” tegasnya.

‎Di sisi lain, Kepala Desa Babulu Laut berharap pemerintah segera menghadirkan solusi konkret, mengingat banjir air pasang telah berdampak pada aktivitas ekonomi dan kesehatan masyarakat setempat. (*/)