Penajam

Masrani Pegiat Lingkungan, Ciptakan Pot Bunga Solong sebagai Simbol Pelestarian Budaya Paser

244
×

Masrani Pegiat Lingkungan, Ciptakan Pot Bunga Solong sebagai Simbol Pelestarian Budaya Paser

Sebarkan artikel ini
Misrani pegiat lingkungan mendapatkan penghargaan

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Sorot mata Masrani nampak lebih lesu saat dirinya dengan penuh semangat menunggu namanya dipanggil untuk menerima kembali sebuah penghargaan dari kepala daerah Penajam Paser Utara (PPU), namun sebutan itu tak sekalipun terucap, menyisakan kekosongan seiring satu per satu peserta peraih penghargaan berjejer rapi bersiap menyambut penghargaan.

Masrani yang juga kepala bidang pertanahan dan pemakaman dinas Perkimtan PPU menyebut dirinya menaruh ketertarikan pada seni. Ia berusaha melestarikan budaya Paser lewat karyanya yang bernilai guna.

Berkat jerih payah tenaga dan pikirannya, tangan lentiknya berhasil memoles pot bunga yang cantik, sebuah wadah khusus untuk menanam dan memajang bunga serta tanaman hias lainnya.

Karyanya berbentuk solong (lonjong). Bagian ini, disebutnya terinsipirasi oleh wadah tradisional masyarakat Paser yang pada saat itu digunakan untuk membawa hasil pertanian.

Gubahannya itu bahkan mencuri perhatian Kesultanan Paser ke-III, Aji Muhammad Jarnawi. Ia diundang langsung di kediaman Sultan untuk menyerahkan pot bunga buatannya hingga akhirnya diberikan piagam penghargaan pada Rabu, 13 Agustus 2025.

Saat upacara hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-80 di halaman Kantor Bupati PPU pun Masrani membawa piagam tersebut.

“Saya sendiri memiliki kegemaran menanam. Itu menjadi awal mula bagi saya untuk mencoba melahirkan karya, sebuah pot bunga yang terbuat dari semen dengan bentukannya yang solong dan lanjong,” ungkap Masrani, Selasa (19/8/2025).

Pot bunga ini memiliki ukuran yang besar, dibuat khusus untuk hiasan tanaman. Dikreasikan dengan menggabungkan empat warna khas budaya Paser, kuning, merah, hitam, dan putih.

“Dalam tradisi Paser, setiap warna memiliki makna khusus. Bukan sekadar kreasi, tetapi ini adalah simbol agar masyarakat tak melupakan akar budaya Paser, senantiasa mengingat Paser lewat warna khasnya,” jelas Masrani.

Baca Juga:   RTH Depan Stadion Butuh Anggaran Rp30 Miliar 

Ia menyampaikan harapan yang besar, agar karya-karyanya tak hanya mampu dikenal masyarakat luas, tapi juga diapresiasi atas keteguhannya merawat budaya daerah.

“Saya berharap, Pemkab PPU bisa menindaklanjuti. Jika sudah dikenal luas, tentunya bisa muncul inovasi lainnya berbasis kearifan lokal,” imbuhnya.

Pot bunga solong atau lanjong karya Masrani, kini telah terpajang elok di beberapa lokasi pemerintahan Kabupaten PPU. 15 unit di di halaman kantor Bupati dan 8 unit di kediaman Sultan Paser.

“Budaya tak selalu berwujud pertunjukan atau upacara adat. Budaya dapat diwariskan melalui benda yang wujudnya selalu dapat dilihat setiap hari, bahkan di halaman rumah,” ucapnya.

Untuk itu, ke depan, ia berencana mendistribusikan pot-pot hasil karyanya ke berbagai instansi pemerintahan sebagai simbol budaya lokal.

(TN01)