Penajam

Buka Pelatihan K3, Disnakertrans PPU Catat Ratusan Pendaftar Bersaing Rebutan Kuota

151
×

Buka Pelatihan K3, Disnakertrans PPU Catat Ratusan Pendaftar Bersaing Rebutan Kuota

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Pelatihan, Penempatan Tenaga dan Transmigrasi Disnakertrans PPU Eko Yulianto

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pendaftar pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dibuka Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) membludak melebihi kuota yang ditetapkan.

Pelatihan sekaligus sertifikasi K3 ini baru pertama kali digelar Disnakertrans sebagai respons atas banyaknya permintaan baik dari pencari kerja maupun dunia usaha.

Kepala Bidang Pelatihan, Penempatan Tenaga dan Transmigrasi Disnakertrans PPU, Eko Yulianto mengatakan sebelum pelatihan digelar, pihaknya melakukan perekrutan terhadap ratusan masyarakat pencari kerja yang mendaftar dengan cara seleksi tertulis.

“Kita belum pelatihan, masih merekrut peserta. Hanya saja memang pendaftarnya banyak sekali,” ujar Eko Yulianto, Kamis (21/8/2025).

Ia menjelaskan bahwa Disnakertrans membuka pelatihan K3 Migas dan Umum. Kuota yang disiapkan masing-masing 20 dan 40 peserta dimana K3 umum terbagi menjadi dua kelas.

“K3 migas 70 pendaftar, K3 Umum 132 pendaftar. Kita mengadakan tes untuk merekrut peserta, nilai tertinggi itulah yang sesuai jumlah kuota, nanti bakal mengikuti pelatihannya,” tutur Eko.

Eko mengakui tingginya minat para pencari kerja ini terhadap kebutuhan pelatihan dan sertifikasi K3. Olehnya itu, Disnakertrans berencana mengakomodir peserta yang membludak ini dengan menganggarkan kegiatan serupa di APBD-P.

“Namun demikian, di perubahan tidak tercover, kita tidak bisa menambah anggaran, jadi kemungkinan tahun berikutnya baru kita bisa menganggarkan lagi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Eko menyebut besarnya minat para pencari kerja mengikuti pelatihan dan sertifikasi K3 didorong oleh aturan dari banyak perusahaan yang mensyaratkan sertifikat tersebut.

“Masyarakat pencari kerja datang ke kantor menanyakan ada atau tidak pelatihan K3, kemudian pelatihan alat berat juga banyak ditanyakan,” ujarnya.

Pihaknya berharap, usai perekrutan dan penetapan peserta pelatihan K3, sertifikat yang diperoleh dapat menjadi nilai tambah bagi pencari kerja saat melamar ke perusahaan.

Baca Juga:   Bangun IKN di Kalimantan Timur, Sri Mulyani Sebut Baru Kucurkan Rp4,8 Triliun

“Harapan kami, setelah dilatih baik hard skill maupun soft skill, menjadikan mereka lebih terampil hingga mampu bersaing di dunia kerja,” pungkasnya.

(TN01)