Penajam

Festival Belian Adat Paser Nondoi di PPU 2025 Kembali Hadir, Anggaran Rp300 Juta Disiapkan

169
×

Festival Belian Adat Paser Nondoi di PPU 2025 Kembali Hadir, Anggaran Rp300 Juta Disiapkan

Sebarkan artikel ini
Festival Belian Adat Paser Nondoi tahun 2024 dilaksanakan di Rumah Adat Rekan Tatau (dokumen humas)

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Festival Belian Adat Paser Nondoi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali digelar tahun ini. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menjadwalkan pelaksanaannya akan berlangsung sekitar empat hari pada Oktober mendatang.

“Insyaallah tetap kami laksanakan. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kemungkinan Oktober akhir,” kata Kabid Pariwisata dan Pemasaran Disbudpar PPU, Juzlizar Rakhman, Rabu (27/8/2025).

Kesiapan menyelenggarakan festival budaya ini tak hanya dari sisi pemerintah. Juzlizar mengatakan, keterlibatan mulung dari Lembaga Adat Paser (LAP) besar pengaruhnya untuk menentukan hari, khususnya dalam melakukan ritual-ritual khusus pembersihan kampung dari hal-hal negatif.

“Kita lihat juga nanti kesiapan mulung (pemimpin rangkaian adat Belian) itu seperti apa, karena yang menghitung hari kan mulung dari LAP, kita mengikuti mereka,” tutur Juzlizar.

Ia menambahkan konsep yang diusung tak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena bentuknya adalah rutinitas sekaligus pengenalan budaya.

“Kurang lebih sama seperti tahun lalu karena agenda rutin. Masalah tema, itu langsung dari LAP juga yang menentukan,” ucapnya.

Untuk menyukseskan kegiatan ini, Disbudpar PPU menyiapkan anggaran sekitar Rp300 juta bersumber dari APBD.

“Ini kita lihat juga nanti, kan ada pergeseran tapi kita menyiapkan Rp300 juta,” tegasnya.

Empat hari gelaran festival Nondoi ini, kata dia, terdiri dari pembukaan kemudian ritual selama tiga hari hingga malam ditutup dengan pelarungan jangkit.

Lanjutnya, bahwa festival ini berakar dari Kebudayaan masyarakat Paser. Secara tidak langsung, rumpun Paser tidak hanya berasal dari PPU melainkan juga dari Kabupaten Paser.

“Mengundang budaya Kabupaten Paser, itu biasa karena rumpunnya LAP banyak tidak hanya dari PPU. Undangan itu nanti dari LAP Langsung,” tandasnya.

(TN01)